DPP ITMI Gelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemuda dan Mahasiswa

  • Whatsapp
DPP ITMI Pelatihan Kewirausahaan

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Dewan Pengurus Pusat (DPP)  Intelektual Muda Indonesia (ITMI) menggelar Pelatihan Kewirausahaan di Saung Bambu ICHE, Minggu (27/12/2020). Kegiatan yang bertujuan mengembangkan potensi minat kewirausahaan pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Tangerang digelar dengan bekerjasama Topi Bambu Foundation dan Forsamik Kabupaten Tangerang.

“Kami berharap lewat kegiatan ini bisa menumbuhkan jiwa Kewirausahaan pemuda yang kreatif dan inovatif untuk kemandirian ekonomi,” ujar Ketua Pelaksana Kegiatan Deni Guntara.

Bacaan Lainnya

Deni menjelaskan walaupun saat ini Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi karena sedang menghadapi ujian besar wabah Covid-19 yang mematikan sektor ekonomi, namun masih ada peluang untuk bangkit. Karena menurut Deni saat ini bisnis di dunia online sedang melonjak naik peminatnya, dan juga sangat berpeluang tinggi untuk meningkatkan omset pendapatan dalam berwirausaha.

“Jika tidak ditempa dengan berbentuk pelatihan mendasar untuk nilai produk tidak akan mungkin bisa menghadapi era saat ini,” jelas Deni. 

Deni menjelaskan untuk kegiatan pelatihan kali ini diikuti sebanyak 25 pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Tangerang.

Kegiatan diisi oleh orang pemateri yang memiliki pengalaman seperti Suhendra yaitu selaku ketua Forsamik Kab. Tangerang dengan mengisi Workshop mengarahkan pemuda dan mahasiswa memiliki jiwa usaha serta menggali potensi peserta. Sedangkan pemateri kedua adalah  Agus Hasanudin beserta team Founder Topi Bambu Foundation yang melatih skill membuat produk dari Bambu dan Rotan.

Sementara itu Ketua Umum DPP ITMI, Gusti Fairuz Triyana mengatakan  pemuda jangan diam kita harus bergerak disektor yang bisa menghasilkan nilai jual untuk membantu masyarakat pada umumnya. Menurut Fairuz, Indonesia akan maju jika sektor ekonomi melonjak pesat dengan cara berwirausaha menghasilkan nilai jual yang potensial. “Pemuda hari ini harus berinovasi memiliki kreatifitas yang tinggi walaupun keadaan sedang Covid-19, kita gunakan teknologi untuk menjual produk yang beda bervariasi dan memiliki nilai jual bermasyarakat, sebelum ke sana kita berlatih membuat produk yang bisa kita jadikan acuan berpikir,” tungkasnya. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.