DP3AKKB Banten tak Mendata Ibu Hamil Selama Covid-19

  • Whatsapp
jumlah ibu hamil di Banten
Ilustrasi - Ibu hamil di tengah pandemi covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten belum memiliki data terkait jumlah ibu hamil selama masa pandemi Covid-19.

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Siti Ma’ani Nina saat dihubungi mengatakan, pihaknya tidak melakukan pendataan terkait angka kehamilan ibu, karena hal itu bukan menjadi kewenangannya.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak melakukan pendataan itu, sehingga data pastinya kami tidak tahu. Biasanya kalau terkait pemeriksaan kehamilan itu adanya di dinas kesehatan,” katanya, Senin (1/6/2020).

Nina menambahkan, yang biasa dilakukan DP3AKKB Provinsi Banten dalam masa Pandemi Covid-19 adalah mengedukasi masyarakat lewat seminar online terkait tantangan kependudukan dan keluarga berencana pada masa Pandemi Covid-19.

“Memberikan sosialisasi, pemahaman dan edukasi terus kami lakukan. Sementara untuk jumlah peningkatan angka kehamilan ibu kami tidak melakukan itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti belum memberikan keterangan terkait tingkat kehamilan pada masa pandemic covid-19. Berulang kali Redaksi24.com mencoba menghubunginya,  namun tidak kunjung mendapat jawaban. Hal serupa juga coba dilakukan melalui pesan singkat. Namun Ati tidak meresponnya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Banten Aan Jumhana pada saat dialog interaktif di zoom meeting beberapa waktu lalu mengatakan, pada masa Pandemi Covid-19 pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam rangka mengantisipasi permasalahan kesehatan reproduksi.

“Berbagai kegiatan seperti Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang masuk dalam program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Banggakencana) kami lakukan inovasi agar tetap sampai kepada masyarakat pada masa Covid-19, seperti seminar online,” tuturnya.

Selain itu, BKKBN Provinsi Banten juga menggunakan media sosial lainnya sebagai saluran strategis. Bersama OPD KB tingkat Kab/Kota, pihaknya mengoptimalkan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi melalui perangkat media sosial.

“Kader-kader PKK yang ada melakukan sosialisasi langsung ke warga dor to dor, sekaligus memberikan pelayanan kontrasepsi, menggunakan media kendaraan KB yang sudah kami sediakan. Dengan metode ini, masyarakat diharapkan dapat mendapat manfaat langsung dari program Banggakencana,” jelasnya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.