DP3AKB Kota Cilegon Fokus Pencegahan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga

  • Whatsapp
KDRT
Forum OPD yang digelar DP3AKB Kota Cilegon memfokuskan pada program pencegahan KDRT.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon, pada 2021 akan memfokuskan program pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Program pencegahan KDRT disampaikan pada forum organisasi perangkat daerah (OPD) di Grand Mangku Putra, Kamis (12/3/2020).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan, kegiatan ini merupakan rutinitas setiap tahunnya untuk menampung aspirasi dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Termasuk, komunitas dibawah naungan organisasi gabungan wanita (GOW) Kota Cilegon.

Bacaan Lainnya

“Untuk menampung aspirasi dari mereka semua agar supaya nanti pada tahun berikutnya, tahun anggaran 2021 itu ada perbaikan. Selain dari program yang sudah ada, inovasi juga berdasarkan hasil dari mereka yang terkait dengan program DP3AKB,” kata Heni, Kamis (12/3/2020).

Heni mengaku telah memiliki unit pelaksana dinas untuk memfokuskan pada perlindungan perempuan dan anak. Termasuk, guna mengurangi angka kekerasan dalam rumah tangga.

“Cilegon sudah punya unit yang salah satu tugasnya melakukan pelayanan kepada korban kekerasan. Jadi sudah ada sejak awal sebelum ada himbauan dari(Mendagri,” tambahnya.

BACA JUGA:

. Wali Kota Cilegon Ingin Smart City Bukan Cuma Omong Doang

. Generasi Berencana Ajak Remaja Kota Cilegon Peduli Organ Reproduksi

. Warga Kedawung Cilegon Keluhkan Jalan Rusak

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati dalam sambutannya menghimbau, kepada seluruh masyarakat agar dapat menjaga pola asuh dalam mendidik keluarga. Pasalnya, kekerasan dalam rumah tangga kerap terjadi karena salahnya pola asuh dalam keluarga.

“Antara suami dan istri, dalam rumah tangga kan dasar pendidikannya juga beda-beda. Jadi meskipun berbeda, pihak ibunya tetap memberikan contoh. Karena keluarga harmonis karena adanya kasih sayang seorang ibu,” kata Ratu Ati Marliati.

Lanjutnya, anak yang berkarakter terlahir dari pendidikan orang tuanya di rumah. Seorang ibu harus dapat memberikan satu contoh kepada anaknya agar bermanfaat bagi masyarakat. “Apakah ibunya terpandang atau tidak, jika memberikan pendidikan yang baik pada anaknya, maka anaknya pun akan dipandang oleh masyarakat,” tambahnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.