Dosen Unej Yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Akan Dijebloskan Dalam Tahanan

oleh -
Ilustrasi: pelecehan seksual-(ist).

JEMBER,REDAKSI24.COM– Seorang Dosen Universitas Jember (Unej) dengan inisial RH akan dijebloskan ke dalam tahanan Polres Jember, Jawa Timur karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang tak lain keponakannya.

“Kami lengkapi administrasi penyidikan sampai ke tahapan final. Jika sudah lengkap dan ada persesuaian antara pihak, tentunya akan dilakukan tahapan selanjutnya, sampai penahanan,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember Iptu Diyah Vitasari kepada wartawan di Jember, Kamis (22/4/2021).

Menurutnya salah satu petunjuk yang dilengkapi adalah pemberkasan keterangan saksi ahli, yakni psikiater yang memeriksa korban dan polisi sudah memiliki minimal dua alat bukti yang sah untuk menjerat oknum dosen itu, karena sudah ada persesuaian antara keterangan saksi dan petunjuk surat yang dikeluarkan visum dari dokter psikiatri.

“Dalam surat itu menyatakan, bahwa si korban mengalami depresi yang berat setelah kejadian pelecehan seksual yang dialaminya di rumah tersangka,” tuturnya.

Ia menjelaskan penyidik kepolisian juga sudah melakukan pemberkasan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap saksi ahli psikiatri yang menangani korban.

“Sejauh ini tersangka juga kooperatif saat dimintai keterangan oleh penyidik, sedangkan korban juga mendapat pendampingan dari PPT dan LBH Jentera, sehingga kondisinya stabil,” katanya.

Sementara itu  Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jember Aditya Okto Thohari mengatakan penyidik Polres Jember sudah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan pelecehan seksual dengan tersangka oknum dosen Unej.

“Penyidik sudah beberapa kali melakukan koordinasi dan gelar perkara di Kejari Jember, namun berkas belum selesai. Kami tinggal menunggu berkas perkara itu dilimpahkan ke kejaksaan,” tuturnya.

Sebelumnya polisi telah resmi menetapkan oknum dosen Unej berinisial RH sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap remaja berusia 16 tahun yang juga keponakannya.

Pihak Unej akhirnya membebastugaskan sementara RH dari jabatannya sebagai Koordinator Program Magister (S-2) Program Studi Ilmu Administrasi FISIP Unej per 15 April 2021, sehingga sejak itulah tugasnya mengajar, membimbing, dan menguji dibebaskan, namun yang telah diploting sebelumnya dan berproses akan diteruskan oleh dosen lainnya.

Sementara melalui siaran persnya, kuasa hukum RH, Ansorul Huda mengatakan bahwa pertama yang coba ditempuh pihak RH adalah lewat jalur kekeluargaan dan mencoba untuk menahan tidak memberikan konfirmasi dari versinya karena sebenarnya masalah itu didominasi oleh masalah keluarga. (Zumrotun Solichah/Ant/Aan).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.