Dokter Pembakar Bengkel Yang Tewaskan Pacar dan Kedua Orang Tuanya Dijerat Pasal Berlapis di PN Tangerang

oleh -
Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, Dapot Dariarma saat memberikan keterangan pada wartawan.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Kasus pembakaran bengkel yang dilakukan oleh Mery Anastasia (30) hingga menewaskan pacarnya (Leonardo) beserta kedua orang tuanya di Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Selasa (4/1/2021) mulai di gelar di Pengadilan Negeri Tangerang.

Diketahui terdakwa Mery Anastasia yang berprofesi sebagai Dokter dan  tengah mengandung, mengikuti persidangan tersebut secara virtual dengan agenda pembacaan dakwaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sih Yuliarti dan dua anggotanya Tugiyanto beserta Ferdinan Markus mendakwa Mery Anastasia dengan pasal berlapis.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, Dapot Dariarma menjelaskan Mery Anastasia selaku terdakwa dijerat dengan dakwaan berlapis, terkait pasal pidana pembunuhan berencana, pembunuhan dan pembakaran yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. 

BACA JUGA: Ini Penyebab Terbongkarnya Kebakaran Yang Tewaskan 3 Orang di Tangerang

“Terdakwa kami dakwaan dengan pasal alternatif, pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 dan pasal 187 ayat 3 dan 187 ayat 1 KUHP. Kalau bicara unsur kesengajaan ini dalam berkas perkara nanti kita lihat dalam fakta persidangan, kita tidak bisa menghilangkan pasal dalam sangkaan penyidik,” jelasnya.

Dapot mengatakan JPU tetap memasukan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana berdasarkan berkas perkara penyidikan kepolisian, dan hal tersebut tidak dapat dihilangkan dari dakwaan terhadap terdakwa.

BACA JUGA: Kejiwaan Dokter Yang Bakar Bengkel Hingga Tewaskan 3 Korban Diperiksa di RS Kramatjati

“Itu masih sangkaan dalam berkas perkara penyidikan kepolisian, memang itu sudah ada pasal 340 KUHP dan 338 KUHP, nanti kita akan gali ke pembuktiannya. Karena kita tidak bisa menghilangkan pasal yang telah disangkakan oleh pihak penyidik,” kata dia.

Pada sidang yang akan datang, katanya, pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada saksi. “Nanti kita pilah dulu berapa saksinya, pokoknya sesuai dengan fakta yg ada dalam berkas perkara tersebut,” imbuh dia.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Azmi Syahputra mengungkapkan, pihaknya tidak akan melakukan eksepsi atas dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang pembacaan dakwaan tersebut. 

“Kami tidak akan mengenakan eksepsi, kami akan menggunakan asas peradilan yang cepat dan sederhana untuk mempermudah persoalan ini, untuk melihat spektrum kasusnya seperti apa,” pungkasnya.

Seperti diketahui  peristiwa yang terjadi pada Jumat (6/8/2021) malam berawal ketika korban (Lionardo) cekcok dengan Mery Anastasia di depan bengkel yang sekaligus dijadikan tempat tinggal.

Setelah keluar dari mobil pelaku, Lionardo masuk ke dalam bengkel. Dia pun memberitahu keluarganya bahwa pacarnya berniat membakar bengkel milik mereka. Beberapa saat kemudian, terdengar suara ledakan hingga mengakibatkan kebakaran.

Akibatnya, korban tidak bisa keluar karena api di lantai bawah semakin membesar. Melihat kobaran api, Nando dan Siska (adik korban) berusaha menyelamatkan diri ke lantai tiga. Sementara, kakak dan kedua orang tuanya terjebak di lantai dua, hingga ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.