DLHK Sebut Irigasi Dekat PT Mayora Jayanti Tercemar Limbah

oleh -
DLHK Sebut Irigasi Dekat PT Mayora Jayanti Tercemar Limbah kabupaten tangerang
Tercemarnya saluran irigasi diketahui setelah dilakukan uji lab pada sampel air dari saluran tersier di beberapa titik, diantaranya di Desa Sumur Bandung, Dangdeur dan Desa Pangkat.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Kepala Seksi (Kasi) Bina Hukum dan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Sandi Nugraha mengungkapkan, hasil uji sampel yang dilakukan beberapa bulan lalu membuktikan adanya pencemaran limbah di saluran irigasi Kampung Gembong Jatake, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja.

“Untuk giat hari ini kami hanya ambil sampel air dari beberapa sumur warga sesuai laporan yang masuk. Hasilnya bisa dilihat nanti setelah 14 hari. Sementara untuk air irigasinya sudah tercemar, sudah kami laporkan ke camat,” ungkap Sandi Nugraha kepada wartawan, usai pengambilan sampel air sumur warga yang diduga tercemar limbah PT Mayora Indah Jayanti, Kamis (7/10/2021).

Dikatakan Sandy, tercemarnya saluran irigasi diketahui setelah dilakukan uji lab pada sampel air dari saluran tersier di beberapa titik, diantaranya di Desa Sumur Bandung, Dangdeur dan Desa Pangkat.

“Untuk sumber utama pencemarannya masih menunggu hasil uji laboratorium, dan hasilnya pun nanti akan kami laporkan ke camat juga,” jelas Sandy.

BACA JUGA: Warga Yakin Air Sumurnya Tercemar Limbah PT Mayora

Terkait limbah industri perajin tahu, Sandi menyebut menjadi salah satu sumber pencemaran yang terjadi di aliran irigasi tersebut.

“Kalau untuk limbah tahu sudah kami cek, dan itu langsung dibuang ke irigasi, nggak diolah terlebih dahulu,” jelas Sandy.

Terkait sanksi, Sandy menuturkan merupakan kewenangan Dinas Koperasi dan UMKM atau Dins Perindustrian sebagai pembinanya.

“Semestinya pabrik tahu sebagai UMKM dibina, terutama terkait pengelolaan limbah,” tandas Sandy Nugraha.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.