DKPP Sebut Penyelenggara Pilkada Kota Cilegon Rawan Dijadikan Mesin Politik Bapaslon

  • Whatsapp
Pilkada Kota Cilegon 2020
Komisioner DKPP RI, Dr Alfitra Salam.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Komisioner Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia menyebut, indeks kerawanan politik di Kota Cilegon sangat tinggi. Pasalnya, justru penyelenggara seperti KPU, rawan dijadikan mesin politik oleh Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dalam Pilkada serentak 2020.

“Saya kira tingkat kerawanan Kota Cilegon sangat tinggi, sehingga kami minta KPU dan Bawaslu untuk bekerja dengan benar. Jangan sampai ada penyelenggara yang menjadi mesin dari Bapaslon,” kata Komisioner DKPP RI, dr Alfitra Salam usai menghadiri Focus Group Disscusion (FGD) yang diselenggarakan KPU Kota Cilegon di salah satu hotel Kota Cilegon, Kamis (23/7/2020) malam.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dengan bimbingan teknis (Bimtek), para penyelenggara bisa solid dalam bekerja sama dan benar-benar mengelola pertarungan Bapaslon dalam Pilkada serentak 2020. “Tapi hati-hati. Jangan sampai kontestasi ini menimbulkan kerawanan baru, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KPU dan Bawaslu menurun,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cilegon, Irfan Alfi mengakui pihaknya sengaja mengundang Bawaslu dalam FGD tersebut. Menurutnya, meski tugas pokok dan fungsinya berbeda, tapi perannya tetap sama.

BACA JUGA: Pilkada Kota Cilegon 2020, Petinggi PAN Membelot ke Petahana

“Bagaimana mewujudkan proses Pilkada yang berkualitas. Seperti PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) yang dipecat karena mendukung salah satu Bapaslon, itu kan salah satu contoh merusak integritas penyelenggara Pemilu,” ujarnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.