DKPP Periksa Bawaslu Tangsel Terkait Dugaan Pelanggaran Kode Etik

  • Whatsapp
DKPP menjadwalkan sidang pemeriksaan Bawaslu Tangsel terkait dugaan pelanggaran kode etik
Ketua Bawaslu Tangerang Selatan (Tangsel), Muhamad Acep, salah satu dari lima teradu yang dijadwalkan menjalani sidang pemeriksaan oleh DKPP RI terkait dugaan pelanggaran kode etik, di Serang, rabu (14/20/2020)

JAKARTA,REDAKSI24.COMDKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) menjadwalkan sidang pemeriksaan terhadap ketua dan seluruh anggota Bawaslu Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam perkara dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, Rabu (14/10).

Siaran pers DKPP menyebutkan, sidang perkara nomor 106-PKE-DKPP/X/2020 itu direncanakan digelar di kantor KPU Provinsi Banten, Jl. Syekh Nawawi Al Bantani Kelurahan  Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang, Banten, Rabu mulai pukul 09.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Diketahui, pengadu perkara itu adalah Imam Syamsudin melalui kuasa hukum YB. Christian Putro S, SH.

Pengadu melaporkan Ketua Bawaslu Kota Tangsel Muhamad Acep dan empat anggotanya yakni Karina Permata Hati, Slamet Santosa, Ahmad Jajuli, dan Aas Satibi sebagai teradu I – V.

Pokok perkara yang diadukan adalah dugaan bahwa kelima teradu tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya terkait pengusiran terhadap staf Bawaslu bernama Fadel Galih saat deklarasi koalisi partai pendukung bakal paslon Muhamad- Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di Pilkada Tangsel 2020.

Menurut Christian, perkara tersebut setelah diperiksa Gakkumdu statusnya dinyatakan tidak ditindaklanjuti. Alasannya karena kurangnya syarat formil soal identitas pelaku.

Sidang dugaan pelanggaran kode etik ini akan dipimpin Anggota DKPP bersama Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Banten.

Sekretaris DKPP, Bernad Dermawan Sutrisno, menyatakan, dalam agenda sidang pemeriksaan ini adalah mendengarkan keterangan pengadu dan teradu serta saksi-saksi atau pihak terkait yang dihadirkan.

“DKPP telah memanggil semua pihak secara patut, yakni lima hari sebelum sidang pemeriksaan digelar,”ujar Bernad di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Jalannya sidang, menurut dia, ditayangkan langsung melalui akun media sosial milik DKPP. “Sidang kode etik ini bersifat terbuka, masyarakat dan media dapat menyaksikan langsung atau melalui live streaming Facebook DKPP, @medsosdkpp dan akun Youtube DKPP,” terangnya.

Selain itu, lanjut Bernad, DKPP menyiapkan antisipasi Covid-19 dalam sidang dengan memfasilitasi tes rapid bagi seluruh pihak yang dihadirkan. Tes rapid dilakukan satu jam sebelum sidang dimulai.

“Bagi pihak yang dinyatakan reaktif, wajibkan mengikuti sidang secara virtual di luar ruangan sidang,”pungkasnya.(Jaya Menes)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.