Diviralkan Hotman Paris, Polres Pandeglang Akhirnya Limpahkan Kasus Lakalantas ke Kejaksaan

  • Whatsapp
polres pandeglang
Hotman Paris Hutapea

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kasus kecelakaan lalulitas yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia pada 4 November 2019 lalu di Jalan Raya Serang-Pandeglang, tepatnya di Kampung Kalahang, Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang dan sempat ditanyakan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, memasuki tahap P21. Artinya, kasus kecelakaan tersebut akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

Sebelumnya, sempat viral video dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang mempertanyakan tentang kejelasan kasus laka lantas tersebut ke Polres Pandeglang. Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, Hotman Paris mempertanyakan perkembangan kasus Lakalantas di wilayah hukum Polres Pandeglang, setelah menerima pengaduan seorang wanita kepada Hotman Paris.

Bacaan Lainnya

“Halo kepada bapak Kapolres Pandeglang dan juga Kasat Lantas Pandeglang. Ini seorang ibu, Iya Lestari. Kakak kandungnya lagi hamil, korban tabrakan meninggal dan juga putrinya meninggal. Sudah bikin laporan polisi dengan LP Nomor 120 tanggal 4 November dengan pelaporan Sonhaji Bin Sarman,” tanya Hotman dalam videonya.

BACA JUGA:

. Balita Tewas Dilindas Mobil Boks di Jalan Raya Pandeglang-Labuan

. Tekan pelanggaran Lalulintas, Polisi Gelar Operasi Kalimaya

. Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Polres Pandeglang

Menanggapi rekaman video tersebut, Kasatlantas Polres Pandeglang, Iptu Riska Tri Ardita menjelaskan, pihaknya sudah menangani kasus tersebut sesuai prosedur. Bahkan, kata Iptu Riska, kini perkara itu sudah mencapai tahap P21.

“Kami jelaskan kasus Laka yang terjadi pada tanggal 4 November 2019 lalu, segala tahapan sudah kami laksanakan sesuai dengan prosedur, dan kini kasusnya sudah P21,” ungkapnya, saat ditemui di Mapolres Pandeglang, Kamis (21/11/2019).

Pihaknya memastikan pada Jumat (22/11/2019), akan menyerahkan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang. “Sampai saat ini sudah mencapai tahap P21, dan besok kami akan melaksanakan tahap 2, yaitu penyerahan barang bukti dan tersangka kepada kejaksaan,” ujarnya.

Iptu Riska menjelaskan, sebelum video itu viral di Media Sosial, jajarannya sudah melakukan upaya penanganan sesuai aturan, mulai dari proses penyelidikan, penyidikan sampai proses penyerahan berkas perkara ke Kejari Pandeglang.

“Pada tanggal 15 November 2019, penyidik mengirimkan berkas perkara ke Kejari Pandeglang. Tanggal 16 November, penyidik mengirimkan SP2HP ketiga pada pihak korban bahwa berkas perkara sedang diteliti oleh Kejari,” jelasnya.

Dijelaskannyan lagi, akibat dari kejadian tersebut, tersangka yang diketahui bernama Titin Martini (60), disangkakan dengan Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Tersangka diancam dengan hukuman penjara paling lama enam tahun dan denda paling besar Rp12 juta,” katanya.

Lanjut Iptu Riska, kasus itu bermula saat mobil Daihatsu Luxio bernomor polisi A 1178 KC yang dikendarai Titin Martini, terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Honda Revo bernomor polisi A 3394 VG yang dikendarai Sonhaji, bersama istri dan dua anaknya.

“Akibat kecelakaan itu, Imas Agustin yang merupakan istri pengendara motor dan anaknya Nida Iim Mufadholah, meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di Puskesmas. Adapun Sonhaji dan anak pertamanya, mengalami luka ringan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.