Ditutup, Ribuan Ekor Kera di Hutan Solear Kabupaten Tangerang Terancam Kelaparan

  • Whatsapp
Hutan Solear
Komunitas Kepemudaan Solear memberi makan kawanan kera ekor panjang di Hutan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Lebih dari seribu kera ekor panjang yang mendiami kawasan Hutan Solear Desa Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, terancam kelaparan. Ancaman itu terjadi dari ditutupnya tempat wisata akibat dampak wabah Covid-19.

Setelah ditutup sementara sejak dua bulan lalu, lokasi wisata religi ini sepi pengunjung. Sehingga, gerombolan kera yang biasa diberi makan para wisatawan itu pun, kehabisan makanan hingga masuk ke pemukiman warga untuk mencari makan.

Bacaan Lainnya

Camat Solear, Kabupaten Tangerang, Sony Karsan mengatakan, ada sekitar 10 kera yang dilaporkan masuk ke pemukiman warga. Menurut Sony, kawanan kera ekor panjang yang turun ke pemukiman itu, beberapa ditemukan di Desa Pasanggrahan dan Desa Cikasungka.

“Kuat dugaan kawanan kera kehabisan makanan karena sudah dua bulan ditutup karena wabah Covid-19,” kata Sony kepada Redaksi24.com, Minggu (7/6/2020).

Ia melanjutkan, jika kondisi ini terus dibiarkan maka besar kemungkinan semua kera ekor panjang yang hidup berkoloni di hutan Solear itu terancam kelaparan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut dia, pihaknya dibantu karang taruna dan aktivis lingkungan, mengumpulkan makanan untuk kawanan kera di hutan Solear.

“Jumlahnya tidak sedikit sekitar seribuan bahkan lebih kalau dibiarkan bisa kelaparan karena belum tahu kapan tempat wisata itu dibuka kembali,” jelasnya

Sementara itu, salah satu tokoh kepemudaan Solear, Bayu Lesmana membenarkan saat ini koloni kera ekor panjang yang hidup di hutan Solear terancam kelaparan. Terlebih, sejak wisata itu ditutup, menurutnya, pengelola tidak lagi mempunyai dana kas untuk membeli pakan bagi kera-kera tersebut.

Ia juga mengatakan, karena tidak ada lagi stok makanan untuk makanan kera, saat ini pihak pengelola beserta komunitas kepemudaan Solear tengah mencari sumbangan pakan untuk makan kera, seperti pisang dan singkong dari para donatur.

“Sudah ada yang membantu dari beberapa komunitas tapi karena jumlah keranya sangat banyak pakannya cepat habis,” ungkapnya.

Ia berharap, semua pihak termasuk Pemkab Tangerang ikut membantu mencarikan solusi agar kera-kera yang hidup di hutan Solear itu tidak kehabisan stok makanan selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Apalagi Solear ini kan jadi salah satu icon wisata di Tangerang Raya, jadi kami harap pemerintah daerah bisa ikut membantu menjaga ekosistemnya,” tandasnya.(Ricky/Odi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.