Dituding Pemicu Banjir, Dewan Sidak Perkebunan Buah Naga PT AFM

  • Whatsapp
Perkebunan Buah Naga PT AFM
Komisi 1 DPRD Kabupaten Serang menggelar sidak ke perkebunan buah naga milik PT AFM di Kecamatan Baros.

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Komisi 1 DPRD Kabupaten Serang, Banten menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi perkebunan buah naga milik PT Agro Fruit Mandiri (AFM). Senin (24/2/2020). Sidak dilakukan dewan menyusul tudingan perkebunan buah naga itu menjadi sumber masalah bagi warga Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten.

“Kami melihat kondisi sebenarnya, baik masyarakat terdampak dan lokasi perkebunan. Kami juga menyayangkan tidak bertemu manajemen. Nanti kami undang manajemennya,” kata Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Serang, Aep Saefullah kepada wartawan di lokasi sidak.

Bacaan Lainnya

Aep mengungkapkan, hasil tinjauannya di lokasi memang harus banyak yang diperbaiki dari perkebunan tersebut, terutama normalisasi tandon yang ada di sekitar perkebunan buah naga itu. Dia juga menyebut jika memungkinkan, tanaman menggunakan pola tumpang sari, seperti yang dilihatnya di Kalimantan.

“Jadi tidak gundul seperti ini, tapi ada semacam tanaman penahan air. Kami juga tekankan lahan agar sesuai dengan dokumen, selain luasnya dan kedalamannya,” imbuhnya.

Aep Saefullah menegaskan, harus ada perbaikan infrastukrur dari mulai tandon dan irigasi. Selain itu, dia meminta pengelola perkebunan memperhatikan kesejahteraan lingkungan. Sebab, keluarnya izin UPL UKL itu, syaratanya ada kesepakatan antara perusahaan dengan warga sekitar.

“Artinya dampaknya juga harus diperhatikan, ketika sudah beroperasi dalam bentuk apalah dengan warga sekitar. Terlebih ketenagakerjaannya pun harus diutamakan warga sekitar,” sambungnya.

BACA JUGA:

. Dituding Jadi Pemicu Banjir, Warga Baros Serang Ancam Tutup Paksa PT AFM

. Banten Bakal Dijadikan Sentra Perkebunan Jengkol.

. Pemda Usulkan Lahan PT PN untuk Relokasi Rumah Warga Korban Banjir Lebak

Sementara itu, saat ditanya perkebunan buah naga yang dikelolanya diduga menjadi pemicu banjir pemukiman warga, staf PT AFM bagian perkebunan, Samsul menyebut hanya opini warga setempat.

“Itu opini warga saja, mereka hanya melihat kebun ini. Padahal banyak kebun-kebun lain yang konidisinya sama. Lagipula yang jebol itu bendungan hasil pembangunan PU,” ujar Samsul.

Ia mengaku pihaknya langsung turun membantu warga pasca banjir. Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan corporate social responsibility (CSR) melalui kas desa. “Kami langsung terjun membantu warga sekitar,” paparnya.

Soal tanggul yang jebol, kata Samsul, dulu pernah terjadi dan pihaknya bertanggungjawab. “Perusahaan mau membantu cuma tidak semua nilai yang mereka ajukan,” ujarnya.

Disisi lain, Aliansi Pemuda Kecanatan Baros, Aang Khunaefi mengaku akan mengawal aspirasi warga sampai dikabulkan. “Pertama perbaiki sarana prasaran yang rusak, kena dampak banjir, kedua berdayakan warga lokal untuk dipekerjakan di perusahaan itu,” tegasnya.

Aang meyakini perkenbunan AFM menjadi pemicu banjir di pemukiman warga. Sumber permasalahannya itu, kata dia, ada pada embung (danau buatan) yang tidak mampu menahan debit air jika hujan.

“Kami sudah turun ke lapangan dan sumber masalahnya adalah pada perkebunan itu (AFM). Katanya luas embung 1.300 meter persegi, tapi ketika dicek ternyata tidak sesuai dengan perizinan,” ungkap Aang.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.