Dituding Korupsi BOP, Mantan Kades Pasanggrahan Ancam Lapor Polisi

oleh -
Dituding Korupsi BOP, Mantan Kades Pasanggrahan Ancam Lapor Polisi kabupaten tangerang RT RW
Dengan tuduhan yang tidak mendasar itu, Madrais merasa difitnah dan namanya dicemarkan. Madrais menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan pihak-pihak yang memfitnahnya telah korupsi dana BOP RT RW ke polisi.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Mantan Kepala Desa (Kades) Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Madrais SE meradang dituding telah menilep biaya operasional RT dan RW semasa kepemimpinannya tahun 2020.

Dengan tuduhan yang tidak mendasar itu, Madrais merasa difitnah dan namanya dicemarkan. Madrais menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan pihak-pihak yang memfitnahnya telah korupsi dana BOP RT RW ke polisi.

“Silakan dicek di LPJ-nya, ada nggak saya potong BOP RT RW 100 ribu (rupiah) di tahun 2020 itu,” tutur Madrais SE kepada wartawan dengan nada meradang, Senin (27/12/2021).

Kades Pasanggrahan yang menjabat 2016-2021 itu mengakui, pada 2019-2020 terjadi pemangkasan anggaran karena adanya pandemi COVID-19. Pemangkasan anggaran, kata dia, mengikuti kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk dialihkan kepada penanganan COVID-19.

“Saat itu ada pemangkasan atau rasionalisasi anggaran oleh pemerintah daerah, di Desa Pasanggarahan lebih kurang 600 juta rupiah untuk penanggulangan COVID-19, untuk BLT DD (bantuan langsung tunai dana desa), sehingga dampaknya juga pada BOP RT RW,” jelas pria yang kerap disapa Dais itu.

BACA JUGA: Kades Pasanggrahan Kabupaten Tangerang Dibilang Maling Teriak Maling

Madrais menjelaskan, informasi pemangkasan anggaran dana desa telah disampaikan juga oleh pihak desa melalui Musyawarah Desa (Musdes) Musyawarah Dusun (Musdus).

“Jangankan BOP RT RW, siltap perangkat desa, Kades dan BPD juga kena pemangkasan, memasuki 2021 diajukan kembali kenaikan menjadi 300 ribu (rupiah), itu pun jumlahnya sebanyak 67 RT dan 12 RW, saat itu, bukan 73 RT dan 14 RW,” jelasnya.

Ditegaskannya, informasi yang menyebutkan dirinya melakukan pemotongan BOP 73 RT dan 13 RW tahun anggaran 2020 senilai Rp77.400.000, merupakan fitnah yang keji, tidak benar alias hoax.

“Silakan dibuktikan di LPJ saya. Kalau itu tidak benar, saya akan mendorong ke ranah hukum,” tandas Madrais didampingi Operator Desa Yudi Takarianto dan Ketua BPD Pasanggrahan, Tatang Sumarna.(Burhan/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.