Dituding Jadi Pemicu Banjir, Warga Baros Serang Ancam Tutup Paksa PT AFM

  • Whatsapp
warga Baros
Warga Baros, Kabupaten Serang, Banten berunjukrasa menuntut bupati menutup PT AFM.

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Warga Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, yang mengatasnamakan Forum Silaturahmu Kesatuan Pemuda (FSKP) mendatangi Bupati Serang, Kamis (20/2/2020). Mereka  menuntut  bupati menutup perkebunan buah naga milik PT AFM yang dituding menjadi pemicu sejumlah masalah bagi warga.

Koordinator FSKP, Hakim menyebut, masalah yang ditimbulkan akibat dampak dari aktivitas PT AFM, salah satunya banjir kala musim hujan.

Bacaan Lainnya

“Sudah tahunan kami menerima dampak buruk dari aktivitas PT AFM. Mulai dari banjir, pencemaran lingkungan dan pencemaran air,” kata Hakim, saat audiensi bersama DPRD Kabupaten Serang di Aula Paripurna DPRD Kabupaten Serang.

Menurut Hakim, warga sudah beberapa kali mengadu kepada Pemkab Serang untuk menindaklanjuti aspirasi menangani permasalahan yang terjadi di Kecamatan Baros.  Sebab, kata dia, PT AFM tidak banyak menyerap kepentingam warga sekitar, malah sebaliknya.

“Kalau Pemkab Serang tidak berani menutup, kami yang akan menutup paksa perusahaan itu,” ancamnya.

BACA JUGA:

. Survei RDI, 4 Nama Menguat di Pilkada Kabupaten Serang

. Soal Asset, DPRD Kabupaten Serang Sebut Pemkot Serang Gagal Pahami UU

. 20 TKA Asal Cina Dipindah dari Cilegon ke Mess PT Wilmar Kabupaten Serang

Sementara itu, Legal PT AFM, Chandra berjanji akan melengkapi seluruh dokumen perizinan pengelolaan lahan perkebunan. Dia juga mengatakan, sesuai perizinan yang ada saat ini, perusahaannya hanya mengelola lahan perkebunan buah naga seluas 25 hektar, dari total lahan seluas 49 hektar.

Sisanya, kata dia, dikelola rekanan perusahaannya, yang juga masih satu jenis pengelolaan. “Saya masuk tahun 2016. Surat tugas itu keluar, saya bereskan pada tahun 2018. Dari 2019 sampai 2020 sementara ini yang satu bagiannya diurusi rekan saya,” jelasnya.

Chandra enggan menanggapi tudingan perusahaannya menjadi penyebab banjir di pemukiman warga. Dia tidak mau komentar soal tudingan warga tersebut. Dia hanya menegaskan, pihaknya akan melengkapi dokumen perizinannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang, Panji Tirtayasa menyatakan, selain kepentingan investasi, keberadaan perusahaan sudah sehrusnya memberikan manfaat kepada warga sekitar. “Intinya bagaimana PT AFM memberikan manfaat kepada perusahaan dan warga,” ungkapnya.

Panji menyebut Pemkab Serang tidak melarang investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Serang. Tapi pengusaha juga harus membawa dampak positif pada keadilan sosial bagi masyarakat.

“Saya perintahkan PT AFM melengkapi dokumen perizinan jika belum lengkap,” ujarnya.

Panji juga meminta manajemen PT AFM untuk membersihkan lumpur yang mencemari air di lingkungan pemukiman warga. Pihaknya juga meminta Camat Baros untuk segera menginventarisir warga yang terdampak banjir.

“Kami berupaya untuk memberikan bantuan sebagai bentuk penggantian kerugian kepada warga korban banjir,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.