Ditolak Bulog Petani Kabupaten Lebak Jual Murah Hasil Panen Ke Tengkulak

  • Whatsapp
Petani Lebak menjual gabah dan beras dengan harga murah ke tengkulak karena sulit memenuhi standar kualitas Perum Bulog

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM— Petani Kabupaten Lebak Provinsi Banten terpaksa menjual gabah dan beras dengan harga murah ke tengkulak karena sulit memenuhi standar kualitas yang ditentukan Perum Bulog.

Bukan petani saja yang menjual hasil panennya ke tengkulak, para pemilik usaha penggilingan di Lebak ini pun melakukan hal yang sama. Para tengkulak menyerbu daerah ini  setiap musim panen, mereka datang dari Karawang dan Lampung.

Bacaan Lainnya

Ketua Kelompok Tani Suka Bunga Desa Tambak Baya Kecamatan Cibadak, Lebak, Ruhyana, menyebutkan, para tengkulak itu memang menampung gabah dan beras petani tanpa menentukan standar kualitas meski dengan harga murah.

“Kami ingin gabah hasil panen semuanya bisa ditampung Perum Bulog tanpa standar kualitas,”ujar Ruhyana di Tambak Baya, Jumat.

BACA JUGA:Bulog Jamin Stok Beras Lebak-Pandeglang Aman Hingga Desember

Namun, kata Ruhyana, Perum Bulog  menolak beras dan gabah petani dengan alasan  tidak memenuhi standar kualitas seperti butir patah, hampa kotoran, dan derajat sosoh. Padahal petani di daerah  mengalami kesulitan mengikuti kualitas sesuai permintaan Perum Bulog.

Samian, petani lain di Rangkasbitung mengatakan, untuk memproduksi beras berkualitas petani  harus memiliki teknologi penggilingan modern yang harganya sampai ratusan juta rupiah. Sehingga beras yang diproduksi jenisnya hanya medium, tidak bisa jenis premium karena petani butuh banyak permodalan untuk itu.

“Kami berharap pemerintah pusat mengintruksikan Perum Bulog agar menampung gabah dan beras petani tanpa standar kualitas guna membantu perekonomian petani, khsususnya di Lebak ini,” katanya.

Kata Samian, dirinya sangat mendukung jika Presiden Jokowi bisa menampung hasil panen petani ke Perum Bulog tanpa standar kualitas. “Kami yakin pendapatan usaha petani menjadi lebih baik jika berasnya ditampung Perum Bulog Rp9.300 per kilogram,”ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kabupaten Lebak-Pandeglang, Meita Novariani, menyatakan, pihaknya menampung beras sesuai kentuan Inpres Nomor 7/2009.

Inpres itu menetapkan untuk standar beras yang diterima yakni butir patah sebesar 20 persen, menir dua persen, derajat sosoh 95 persen, dan kadar air 14 persen.”Kami hanya menampung beras sesuai dengan inpres itu,”imbuh Meita.(Mansyur/ANTARA/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.