Ditjen PAS Ajak Polri dan BNN Ungkap Jaringan Narkoba Dalam Lapas

  • Whatsapp
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga memberikan keterangan pers.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COMDirektorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) menggandeng Polri dan BNN untuk mengungkap jaringan narkoba. 

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga mengatakan, pihaknya akan bersama-sama mengungkap jaringan narkoba di semua Lapas di Indonesia, terutama di Provinsi Banten

Bacaan Lainnya

“Kami Tidak Ada Kompromi dengan Penyalahguna Narkoba, Kami Anti Narkoba,” ucap Reynhard Silitonga usai Apel Besar Deklarasi dan Komitmen Bersama Gerakan Anti Narkoba Kementerian Hukum dan HAM wilayah Banten, di Lapas Klas I Tangerang, Jumat (3/7/2020).

BACA JUGA: Sebanyak 12 Orang Jaringan Narkoba Yang Dikendalikan dari Lapas Jakarta dan Banten Dibekuk

Ia mengungkapkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan saat ini dihadapkan oleh persoalan overcrowded yang telah mencapai angka 74% dari seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se Indonesia.

Jumlah tersebut didominasi oleh kasus penyalahgunaan narkoba, tentunya perlu menjadi perhatian khusus bagi pemangku kebijakan untuk menyadari bahwa penanganan penyalahgunaan narkotika di Lapas/Rutan memerlukan special treatment.

Karena itu, Reynhard mengajak Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian untuk bersama-sama mengungkap jaringan narkotika yang ada di dalam Lapas maupun Rutan.

“Kepada Polri dan BNN saya meminta untuk bersama-sama dan terus bekerjasama dengan kami Pemasyarakatan dalam mengungkap jaringan yang ada di dalam Lapas maupun Rutan,” ujar Dirjen PAS tersebut.

BACA JUGA: Narkoba Hasil Tangkapan Dari Jaringan Tangerang Raya dan Lapas Dimusnahkan

Reynhard juga menerangkan bahwa, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan khususnya Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Banten juga terus melakukan pembenahan-pembenahan untuk menanggulangi permasalahan peredaran narkoba di dalam Lapas dan Rutan. 

Namun dalam pelaksanaannya, Pemasyarakatan tetap memerlukan dukungan dari masyarakat dan instansi terkait lainnya agar dapat mewujudkan kondisi Lapas dan Rutan yang kondusif dari peredaran gelap narkotika.

“Apel Besar ini sebagai wujud integritas dan komitmen antar lini pemerintah baik Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian Daerah, Badan Narkotika Nasional dalam upaya pemberantasan Narkoba,” pungkas Reynhard. (Haris/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.