Ditinggal Isteri Bekerja, Kakek di Jatiuwung Tangerang Nekat ‘Begituin’ Empat Bocah

oleh -
pencabulan anak
Ilustrasi pencabulan terhadap anak.

 

REDAKSI24.COM, KOTA TANGERANG – Seorang kakek berusia 59 tahun harus mendekam di sel tahanan Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang. Sang kakek diduga telah melakukan perbuatan asusila kepada empat bocah di rumahnya.

Kapolsek Jatiuwung, Kompol Aditya Pratama Sembiring mengatakan, pihaknya mengamankan AKD setelah mendapat laporan dari orangtua korban. Untuk memuluskan perbuatan bejatnya, kata dia, AKD mengiming-imingi korban dengan menggunakan uang pecahan Rp5-Rp10 ribu.

“AKD kami amankan atas laporan orang tua korban tanggal 16 Agustus 2020 , yang curiga saat salah satu anak mengajak anak lainnya datang ke rumah sang kakek,” ujar Aditya, Minggu (23/8/2020).

Mendapat laporan itu, kata Kompol Aditya, pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap AKD. Saat diintrogasi di rumahnya,  tersangka mengakui melakukan pencabulan tersebut dan sudah berlangsung lama dengan total korban 4 anak.

“Saat korban masuk ke rumahnya, tersangka memasukkan jarinya ke alat kelamin ke anus dan bagian kemaluan korban. Setelah itu korban diberikan uang jajan. Korban rata-rata berumur 5-10 tahun,” jelas Kapolsek.

BACA JUGA: Polwan Cantik Berpakaian Adat Bagikan Masker di Jalan Veteran Kota Tangerang

Kapolsek mengaku pihaknya tidak percaya begitu saja dengan pengakuan tersangka yang sudah mencabuli 4 anak. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kemungkinan adanya anak lain yang menjadi korban pemuas nafsu bejad AKD.

“Kami sudah berkoordinasi dengan bagian PPA dan KPAI. Karena kasus ini berhubungan dengan anak dan agar dapat memberikan trauma healing,” ujarnya.

Saat ini, tersangka telah diamankan dan mendekam di tahanan Mapolsek Jatiuwung. Untuk melengkapi penyelidikan kasus asusila itu, petugas juga menyita barang bukti berupa 1 pcs celana pendek warna ungu corak batik,  1 pcs kaos abu abu, 1 pcs celana pendek warna hijau tua, 1 pcs celana dalam warna coklat dan  1 kaos warna putih.

“Tersangka telah diamankan dan dijerat dengan pasal 76D Jo 81 dan atau 76E Jo 82 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya. (Iqbal/Difa)