Diterpa Isu Gempa Tsunami, Wisata Kuliner Batako Pandeglang Sepi

  • Whatsapp
Wisata Kuliner Batako di Kecamatan Labuan Pandeglang, Banten, nampak lengang menyusul beredarnya isu gempa dan tsunami.

REDAKSI24.COM – Menyusul isu ada gempa besar yang bakal melanda, berdampak pada kunjungan wisata kuliner Batako di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Lantaran diterpa isu tersebut, pengunjung ke taman wisata kuliner tersebut berkurang drastis.

Pantauan di lokasi, sejak sore hingga malam, suasana kawasan Wisata Kuliner Batako tidak begitu padat, tidak seperti hari-hari biasa. Selain pengunjung berkurang, pelaku usaha kuliner yang buka pun hanya sedikit.Sebagian menutup usahanya. Banyak lapak pedagang yang terlihat kosong.

Bacaan Lainnya

Dudi, seorang petugas parkir kawasan wisata kuliner yang berada di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten mengatakan, malam ini pengunjung wisata bekurang dan para pelaku usaha kuliner banyak yang tidak melakukan aktivitas. Karena adanya isu bakal terjadi gempa bumi dan gelombang tsunami.

“Mungin karena adanya isu itu (gempa, red) para pelaku usaha dan pengunjung ketakutan. Akhirnya tempat wisata kuliner ini sepi,” ungkapnya, Senin (19/8/2019) malam.

BACA JUGA:

. Tsunami, Warga Lima Desa di Pandeglang Berhamburan ke Shelter Tsunami

. BNPB Akui Shelter Tsunami Pandeglang Belum Refresentatif

. Gempa Tsunami Ancam Kelestarian Badak di Ujung Kulon

Padahal, menurut Dudi, sebelum adanya isu gempa, kawasan wisata kuliner Batako selalu padat dikunjungi wisatawan. “Biasanya sejak sore pengunjung mulai berdatangan. Kali ini pengunjung yang masuk biosa dihitung jari, tidak terlalu banyak,” katanya.

Seorang pemerhati wisata kuliner, Iin mengakui isu gempa dan gelombang tsunami menyebabkan para pelaku usaha menahan diri untuk melakukan aktivitas. Seperti di kawasan Wisata Batako, nampak sepi tidak seperti biasanya.

“Isu gempa dan tsunami cukup membuat khwatir pelaku usaha. Biasanya lapak kuliner  berjejeran. Sekarang pedagang yang buka bisa dihitung,” ujarnya.(Samsul/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.