Ditangkapnya Edhy Prabowo Oleh KPK Diprediksi Pengaruhi Perolehan Suara Saraswati di Pilkada Tangsel

  • Whatsapp
Direktur Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo diprediksi bakal mengancam perolehan suara pemilih Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul. Pasalnya, kata dia, antara Edhy Prabowo  dengan Saras, selain mereka rekan satu partai di Gerindra, Calon Wakil Wali Kota tersebut juga sebagai mantan pejabat di perusahaan eksportir benur lobster.

Bacaan Lainnya

“Suka atau tidak suka, penangkapan Menteri Edhy itu bakal berimbas telak ke Rahayu Saraswati. Ingat, Pilkada Tangsel itu cita rasa nasional. Elit politik tingkat pusat turun ke Tangsel dan menjadi perhatian nasional. Jelas akan mempengaruhi elektoral atau menggerus suara pemilih Saras yang diusung oleh Partai Gerindra,” kata Adib melalui keterangan tertulisnya, Rabu (25/11/2020).

Pengamat politik itu menyebut, Gerindra merupakan salah satu partai yang konsisten menyuarakan pemberantasan korupsi. “Nantinya, gembar-gembor pemberantasan dan anti korupsi serta nepotisme akan dinilai hanya sekedar jargon. Masyarakat akan menilai itu hanya janji manis,” ungkap Adib.

BACA JUGA: Maraknya Kampanye Hitam di Pilkada Tangsel Berpotensi Hasil Pesta Demokrasi Tersebut Berlanjut ke MK

Karenanya, kata dia, Saras harus mau menjelaskan soal kaitannya dengan Menteri Edhy yang ditangkap oleh KPK. “Saras jangan hanya diam saja. Kalau diam, nanti dimaknai kalau dia memang betul menikmati kemudahan izin ekspor benih lobster melalui perusahaan yang menikmati nepotisme. Saras harus memberikan penjelasan yang komprehensif bahwa posisi dia clear. Itu sangat dibutuhkan mengingat Pilkada tinggal 14 hari dan akan sangat menentukan,” pungkas dosen UNIS Tangerang.

Sementara itu, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo enggan memberikan banyak komentar soal ditangkapnya Edhy Prabowo. Begitu pula saat disinggung soal kaitanya disalah satu perusahaan yang menjadi eksportir benur lobster.

Saras justru menyarankan untuk menonton tayangan Youtube-nya yang membahas soal kaitan tersebut. “Riset mas hahahaha. Bisa nonton Lets Talk With Sara (LTWS) di Youtube ada 2 episode bahas ini. Maksudnya soal perusahaan dan tuduhan aneh-aneh,” kata Saras saat dikonfirmasi, Rabu (25/11/2020).

Saras menerangkan, saat ini dirinya sudah meninggalkan jabatan direktur tersebut sejak terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kota Tangerang Selatan. “Saya  sekarang maju di Pilkada. Artinya jabatan direktur udah saya tinggal,” kata dia.

BACA JUGA: Golput di Pilkada Tangsel 2020 Diprediksi Meningkat Karena Covid-19

Ditanya soal kaitan perusahaannya itu, Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tersebut meminta, agar tidak melakukan penggiringan opini mengaitkan dirinya. Terlebih, dirinya kini berstatus sebagai Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan di Pilkada 2020.

“Jangan lupa asas praduga tidak bersalah. Jangan lupa juga tidak melakukan penggiringan opini. Jangan lupa juga kita belum tahu ini kasusnya soal apa,” ungkap Saras. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.