Distan Dorong Peningkatan Kualitas Kopi Banten

oleh -
Kualitas Kopi Banten
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten saat memperkenalkan kopi Banten dalam acara festival kopi Banten pertama pada 2019 lalu.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten kini sedang gencar-gencarnya mempromosikan produk kopi lokal. Hal itu dalam rangka mengenalkan produk kopi asli Banten ditengah gempuran kopi luar yang memberikan brand Kopi Banten. Untuk memastikan kualitas kopi Banten itu bagus, Distan sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para petani kopi di Banten.

Sekretaris Distan Provinsi Banten, Asep Mulya Hidayat mengatakan, meski proses bertani kopi di Banten masih secara tradisional, namun tahun ini kopi Banten mengalami peningkatan dari sisi kualitasnya, mengingat sebagian besar para petani kopi sudah mendapatkan edukasi tata cara menghasilkan kopi yang berkualitas.

“Yang lebih diperhatikan itu proses pasca panen. Dari mulai memilih biji kopi yang akan dipetik, proses pengeringan sampai pada penggilingan,” katanya, Jumat (14/2/2020).

Asep juga optimis kopi Banten bisa bersaing dengan produk kopi dari daerah lainnya. Hal itu tentu harus didukung juga oleh dinas terkait lainnya seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Banten terkait pengemasan dan cara mempromosikan kopi Banten ini supaya menarik dan laku di pasaran.

“Selama ini yang kami lakukan baru sebatas menyelenggaran festival kopi yang diinisiasi para komunitas kopi. Tahun ini Distan akan mengadakan festival kopi yang kedua. Kami harap dinas terkait lainnya juga bisa ikut berperan aktif, agar ada kemajuan ke depan,” harapnya.

BACA JUGA:

. Dinas Lingkungan Banten Akan Evaluasi Izin PT SBG

. Harganya Melonjak, Bawang Putih di Pasaran Banten Dipasok dari Cina

. Persatuan Mahasiswa Banten Tolak Omnibus Law RUU Cilaka

Banten memiliki luas lahan kebun kopi sebesar 6.000 hektar yang tersebar di beberapa daerah. Sentra kopi yang sudah masuk dalam list Distan antara lain, Cinangka, Saketi dan Lereng Gunung Pulosari, Kobaki dari Banten Kidul, Spotarang dan masih ada lagi lainnya.

“Lahan kopi paling banyak terdapat di Pandeglang dan Lebak,” tandas Asep. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.