Disparpora Kota Serang Sesalkan Perilaku Pedagang di Tempat Wisata

  • Whatsapp
Disparpora Kota Serang
Kepala Disparpora Kota Serang, Banten, Akhmad Zubadillah.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Parawisata dan Pemuda Olah Raga (Disparpora) Kota Serang menyesalkan adanya pelaku usaha yang memainkan harga cinderamata atau oleh-oleh khas, serta makanan dan minuman yang dijajakan di tempat wisata kepada para pengunjung.

Bahkan tidak jarang pedagang cinderamata, oleh-oleh serta makanan dan minuman di tempat wisata menaikkan harga hingga lima kali lipat dari harga pasaran. Kondisi itu dinilai bisa mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Serang.

Bacaan Lainnya

“Misalnya wisatawan kapok berkunjung karena merasa diperas pedagang, atau karena kondisi itu, wisatawan menjadi tidak nyaman dalam menikmati wisatanya,” kata Kepala Disparpora Kota Serang, Akhmad Zubaidillah kepada wartawan Selasa (7/1/2020).

Dia mengaku pihaknya terus mendorong tumbuhnya tempat-tempat wisata di Kota Serang. Namun disisi lain pihaknya menyesalkan perilaku para pedagang makanan dan minuman, atau penjual cinderamata dan oleh-oleh wisata yang menjual dagangannya tidak sesuai harga pasaran.

Dia juga mengaku kerap menerima keluhan dari para wisatawan atas perilaku para pedagang makanan minuman, cinderamata atau oleh-oleh di tempat wisata yang memaksa untuk membeli dagangannya.

“Banyak wisatawan yang merasa dipaksa untuk membeli dagangan. Banyak juga mengeluh merasa terganggu dengan perilaku pedagang yang memaksa untuk membeli dagangannya, padahal saat itu wisatawan sedang menikmati kunjungan wisatanya,” ungkap Akhmad Zubaidillah.

BACA JUGA:

. Warga Kota Serang Diminta Cermat Pilih Agen Umroh

. Setahun Tsunami, Kunjungan Wisatawan ke Banten Hanya 20 Persen

. Setahun Tsunami, Kunjungan Wisatawan ke Banten Hanya 20 Persen

Akhmad mengungkapkan perilaku pedagang yang kerap dikeluhkan wisatawan terjadi di sejumlah  lokasi wisata di Kota Serang, seperti Karangantu yaitu Pancer dan Pantai Gope. Lokasi wisata yang tengah berkembang itu, menurut dia, dikotori perilaku para penjual makanan dan minuman yang dengan seenaknya mamainkan harga kepada para pengunjung.

“Seperti air mineral, di pasar harganya Rp3.000,  dijual Rp5.000, atau makanan harganya bisa naik lima kali lipat, dari semula Rp10.000 bisa menjadi Rp50.000. Boleh menyesuaikan harga, namun jangan pakai aji mumpung,” sesalnya.

Akhmad Zubaidillah mengatakan, di Kota Serang banyak tempat strategis untuk dijadikan pusat oleh-oleh, cinderamata, jajanan bagi para wisatawan. Seperti di kawasan Sayar, menurut dia, layak untuk dijadikan lokasi wisata baru di Kota Serang. Di lokasi itu terdapat permainan flying fox dengan jalurnya dari pohon duren ke pohon duren lain.

“Kami mendorong masyarakat Pokdarwis (kelompok sadar wisata) untuk menumbuhkembangkan tempat-tempat wisata baru. Namun kami juga berharap dibarengi dengan komitmen para penjual cinderamata atau oleh-oleh agar sama-sama memberikan rasa nyaman bagi wisatawan dengan tidak memainkan harga seenaknya,” katanya.

Zubaidillah juga berjanji pihaknya akan menata sarana prasarana lokasi-loaksi wisata, seperti pembuatan pintu gerbang sebagai identitas tempat wisata agar lebih mudah dikenali wisatawan. “Pintu gerbang mencerminkan identitas tempat wisata. Kami akan bangun sesuai kemampuan APBD untuk 3 sampai 4 titik, di Ciwaka, Karundang atau Pancer,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.