Dispar Pandeglang Tegaskan Penutupan Objek Wisata Lewat Spanduk

  • Whatsapp
objek wisata
Petugas Dispar Pandeglang memasang spanduk penutupan objek wisata di kawasan perbatasan.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Pandeglang mempertegas Surat Edaran (SE) tentang pembatalan dibukanya objek wisata selama libur lebaran sampai batas waktu yang belum ditentukan, dengan memasang banyak spanduk larangan tersebut di sejumlah destinasi wisata strategis.

Larangan membuka objek wisata mengingat belum berakhirnya pandemi covid-19. Spanduk larangan dibukanya destinasi wisata tersebut disebar di sebanyak 9 titik destinasi wisata Pandeglang. Mulai dari perbatasan Cilegon-Pandeglang, tepatnya di kawasan Carita, depan kawasan wisata Pantai Karangsari.

Bacaan Lainnya

Kemudian di Perbatasan Serang-Pandeglang, tepatnya di Jalan Gayam, Terminal Kadubanen, Simpang Tiga Mengger, Kawasan Wisata Cisoslong, Gapura Masuk Kawasan Cikoromoy dan depan Kantor Dispar Pandeglang.

Kepala Dispar Pandeglang, Asmani Raneyanti mengatakan, sesuai dengan perintah Bupati Pandeglang, Irna Narulita sebagai Ketua tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, semua objek wisata ditutup sementara sampai pandemi covid-19 benar-benar dinyatakan aman.

“Ada sebanyak 9 titik yang kami pasangi spanduk larangan membuka destinasi wisata. Mulai di perbatasan hingga di kawasan objek wisata,” ungkapnya, Kamis (28/5/2020).

Ditegaskanya, jika setelah diberi himbauan masih saja ada pengelola wisata yang membuka usahanya, Tim Gugus Tugas Covid-19 akan langsung melakukan tindakan. “Pertama diberikan peringatan, jika masih membandel, akan kami cabut izinnya,” tegas Asmani.

Sementara menurut Balawista Banten, meskipun ada larangan, namun pada faktanya saat ini banyak objek wisata di Pandeglang yang dipadati pengunjung. Himbauan yang disampaikan Dispar dinilai tidak efektif.

“Buktinya masih banyak objek wisata yang dipadati pengunjung,” tutur Ketua Balawista Banten, Ade Ervin.

Selain itu, kata dia, spanduk himbauan penutupan wisata dipasnag tidak pada tempatnya, seperti di lokasi destinasi wisata. Akan tetapi lebih banyak dipasang di perbatasan dan jalur protokol yang luput dari perhatian wisatwan.

“Yang terpasang spanduk himbauan itu hanya objek wisata milik pemeirntah saja. Seperti Pantai Karangsari, Cikoromoy dan Cisolong. Tapi sebagian besar objek wisata lain tidak,” katanya.

Ia menyarankan, lebih baik Dispar Pandeglang duduk bersama untuk mencari solusi terbaik terkait objek wisata. Namun dia menyebut idealnya objek wisata tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan agar tidak ada kecemburuan antar pengelola objek wisata.

“Lebih baik pengelola wisata dan pemeirntah islah. Membuat kesepakatan bersama, dan lebih idealnya lagi objek wisata tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.