Dispar Pandeglang Dinilai Plin Plan, Pengusaha Wisata Layangkan Mosi Tidak Percaya

  • Whatsapp
Dispar pandeglang
Sejumlah pengusaha wisata menggelar diskusi terkait rencana mosi tidak percaya kepada Dispar Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Para pelaku dan penggiat pariwisata, mengajukan mosi tidak percaya kepada Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pandeglang, Banten. Mosi tidak percaya itu dilayangkan karena Dispar dinilai tidak konsisten dalam mengeluarkan kebijakan terkait usaha wisata ditengah pandemic Covid-19.

Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC), A Franky mengatakan, mosi tidak percaya terhadap Dispar Pandeglang, akan diajukan langsung kepada Bupati Pandeglang. Hal ini dilakukan atas kurang bagusnya penilaian terhadap kinerja Dispar tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kinerja Dispar yang dirasa selama ini tidak maksimal dan kurang tegas. Selain itu kebijakan yang dikeluarkan juga tidak jelas dan terkesan plin plan,” ungkapnya, Senin (1/6/2020).

Lanjut dia, hal yang paling menyedihkan adalah kurangnya sinergitas antara pelaku dan penggiat pariwisata yang dibangun oleh Dispar selama ini. Sehingga tidak ada skala pruoritas dalam membangun dan memajukan pariwisata di Pandeglang.

“Kami ingin ada skala prioritas dalam membangun dan memajukan destinasi wisata. Mulai dari landmark, trotoar, penerangan, mobil sampah, pelatihan SDM wisata, serta tata kelola wisata yang transparan dan mumpuni,” katanya.

Menurutnya, kinerja Dinas Pariwisata Pandeglang, harus dilakukan evaluasi, karena sekarang ini pariwisata Pandeglang alami kemunduran, yang disebabkan oleh tidak maksimalnya tata kelola dan tidak adanya sinergitas yang dibangun Dispar dengan para pelaku wisata.

“Pariwisata Pandeglang saat ini alami kemunduran, dan hal itu perlu dilakukan evaluasi oleh Bupati Pandeglang. Sebab wisata di Pandeglang ini menjadi icon wisata Nasional,” ujarnya.

Sementara, Ketua Paguyuban Pengusaha Wisata Pandeglang, Dedi Saeful mengatakan, pihaknya mendukung dengan langkah para pelaku pariwisata tersebut. Sebab hal itu sebagai langkah strategis dalam menyampaikan aspirasi dan pendapat sebagai masyarakat yang peduli terhadap pembangunan pariwisata di Pandeglang.

“Kami mendukung dan kami sepakat dengan upaya pelaku dan komunitas peduli pariwisata, yang akan menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Dispar Pandeglang dan bupati. Karena masyarakat menginginkan pariwisata Pandeglang maju,” tuturnya.

Saat ditanya apakah mosi tidak percaya itu akibat dampak dari penutupan objek wisata Dispar Pandeglang, Dedi mengaku, bukan karena hal itu. Tapi masyarakat sekarang ini bisa menilai sejauh mana kinerja Dispar dalam memajukan pariwisata.

“Kami sebagai masyarakat bisa menilai sejauh mana manfaat dan kinerja Dispar selama ini. Terkait keputusan yang plin plan terhadap pembukaan dan penutupan objek wisata itu adalah puncaknya,” katanya.

Hal senada dikatakan pekerja objek wisata Carita, Hasan Basri ¬†yang mendukung para pengusaha dan pelaku pariwisata untuk melayangkan mosi tidak percaya tersebut. “Sebagai masyarakat kami berhak menyampaikan pendapat, terlebih kami ingin pariwisata Pandeglang maju. Sehingga ekonomi masyarakat juga bisa meningkat,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.