Dispar Pandeglang Akan Jatuhi Sanksi Obyek Wisata Yang Tetap Beroprasi

  • Whatsapp
Pantai Karoeng, Pandeglang ramai dikunjungi wisatawan.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pada H+2 Lebaran Idul Fitri 2020, sejumlah objek wisata pantai di Pandeglang, masih banyak dikunjungi wisatawan, padahal sudah ada Surat Edaran (SE) pembatalan rencana dibukanya destinasi wisata tersebut oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Pandeglang.

Pantauan Redaksi24.com sejumlah destinasi wisata pantai yang saat ini beroperasi diantaranya, wisata Pantai Karoeng, Pantai Pasirpanjang Kepuh, Kecamatan Pagelaran serta sejumlah objek wisata lainnya di Pandeglang.

Bacaan Lainnya

Seperti di kawasan wisata Pantai Karoeng dan Kepuh, diduga tidak adanya penerapan protokol kesehatan, karena setiap wisatawan yang masuk ke kawasan wisata tersebut, terlihat tidak melalui pemeriksaan kesehatan, hanya saja diberikan karcis biaya masuk wisata.

Salah seorang pengelola wisata Pantai Karoeng, Anton mengatakan, wisata Pantai Karoeng yang dikelolanya tersebut sudah sejak kemarin dibuka. Sebelum beroperasi, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Pagelaran, dan pihak Polsek pun tidak melarangnya jika ada pengunjung yang datang ke kawasan wisata tersebut.

“Sebelumnya kami juga sudah berkoordinas dengan Polsek, meskipun tidak diijinkan secara resmi, tapi pihak Polsek juga tidak melarang pantai ini dikunjungi wisatawan,” ungkapnya, Selasa (26/5/2020).

Saat ditanya apakah di lokasi diterapkan protokol kesehatan Covid-19 bagi para pengunjung. Anton mengaku tidak, karena keterbatasan alat, seperti untuk pengecekan suhu tubuh para pengunjung.

Namun tambah Anton, karena mayoritas wisatawan yang berkunjung itu adalah wisatawan lokal, maka tidak terlalu hawatir terhadap penyebaran Covid-19.
“Kami tidak punya alat pengecekan suhu tubuh. Namun rata – rata yang berwisata ke sini adalah wisatawan lokal, jarang adanya wisatawan dari luar Pandeglang, tapi yang terpenting kami bisa saling menjaga,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Pandeglang, Asmani Raneyanti menegaskan, bahwa sekarang ini semua objek wisata harus tutup selama pandemi Covid-19 belum dinyatakan aman oleh pemerintah.
“Keputusannya mutlak semua objek wisata harus tutup, tidak boleh ada yang beroperasi,” tegasnya.

Saat ditanya bagaimana dengan kondisi saat ini di lapangan, terkait masih banyaknya objek wisata yang beroperasi. Asmani mengaku, harus ditutup dan masih ada pengelola wisata yang membandal, bisa dicabut izin operasional wisatanya.

“Jika masih ada yang beroperasi, itu nanti tugas Satpol-PP yang menertibkan. Bahkan ketika ada yang membandal, pihak perizinan bisa mencabut izinnya,” ujarnya.

Asmani juga mengaku, untuk eksekusi objek wisata yang masih beroperasi tersebut, itu kewenangannya pihak penegak Perda dalam hal ini Satpol-PP. Sebab kata dia, Dispar hanya sebatas memberikan himbauan terhadap larangan dibukanya objek wisata tersebut.

“Kalau untuk tindakan tugasnya Satpol-PP. Karena kami hanya sebatas memberikan himbauan, dan membuat larangan dibukanya objek wisata. Sebab untuk penindakan bukan tugas Dispar,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Aan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.