Disnaker Dorong Dindikbud Evaluasi Akreditasi SMKN di Banten

  • Whatsapp
akreditasi SMKN
Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Provinsi Banten, Indra Gumelar.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Banten menilai sudah melakukan berbagai upaya strategis dalam menekan angka pengangguran di provinsi ke 30 itu. Dari mulai menggelar job fair, program pemagangan ke luar negeri sampai pada pelatihan skill enterpreuneurship. Namun hal itu tidak akan mampu menekan angka pengangguran di Banten selama permasalahan yang ada di hulunya tetap dibiarkan saja.

Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Provinsi Banten, Indra Gumelar. Menurut Indra, masalah pengangguran itu harus diselesaikan bersama, tidak bisa hanya Disnaker saja, karena di dalamnya juga ada pengaruh dari Satuan Kerja (Satker) lainnya, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten yang menaungi pendidikan tingkat SMK/SMA.

Bacaan Lainnya

“Diketahui bersama penyumbang angka pengangguran terbesar itu lulusan SMK/SMA yang tidak terserap di dunia kerja. Artinya, ada PR yang harus diselesaikan di dalamnya,” ujarnya, Jumat (29/11/2019).

BACA JUGA:

. Tahun Depan, Pemkot Serang Bangun Dua Sekolah Baru

. Kepala Sekolah dan Guru Harus Cegah Kekerasan Seks Terhadap Anak dan Perempuan

. Pemkot Tangerang Sosialisasi Saber Pungli di Tingkat Sekolah

Indra menambahkan, harus ada evaluasi menyeluruh terhadap akreditasi sejumlah SMKN di Banten. Apakah penilaiannya sudah sesuai dengan standar nasional dan internasional sekolah vokasi. Ini penting direview ulang mengingat target pembangunan SMKN itu mencapai 60 persen lebih besar dari SMAN yang hanya 40 persen.

Poin-poin penilaian dalam akreditasi juga bisa kita review bersama-sama supaya keberadaan SMKN menyesuaikan dengan kondisi kebutuhan di daerahnya masing-masing. “Jangan sampai daerah yang mempunyai basis pariwisata dibangun SMKN teknik industri,” katanya.

Disnaker Banten menjadi wilayah satu-satunya yang sudah merealisasikan program Skills Development Center (SDC) yang diinisiasi Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Melalui program kompetensi ini peningkatan kompetensi SDM dan juga pengentasan pengangguran bisa ditekan.

Fungsi dari SDC ini yakni mengidentifikasi kebutuhan industri, mengembangkan program pelatihan dan pemagangan, serta memfasilitasi sertifikasi dan penempatan tenaga kerja. Hal itu terbukti dari target RPJMD pengentasan pengangguran pada tahun 2019 8,22 terealisasi menjadi 8,11.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.