Dishub Pandeglang Akan Benahi Aktivitas Parkir di Setiap Pasar

  • Whatsapp
Kepala Dishub Pandeglang tatang muhtasar
Kepala Dishub Kabupaten Pandeglang, Banten, Tatang Muhtasar.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Perhubungan (Diahub) Pandeglang, Banten akan melakukan pembenahan terhadap kantung parkir yang ada di kota badak itu. Penertiban itu dilakukan untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang, Tatang Muhtasar mengatakan, mulai tahun ini pihaknya akan membenahi kantung-kantung parkir, baik yang ada di pasar maupun kantung parkir lainnya yang dikelola Dishub. Sebab, kata dia, masih banyak aktivitas parkir yang belum tergarap secara maksimal.

Bacaan Lainnya

“Selama ini memang masih banyak parkir liar, maka untuk lebih meningkatkan PAD retribusi parkir, kami akan lakukan pembenahan lagi,” ungkapnya, Rabu (8/1/2020).

BACA JUGA:

. Rumah Sakit Menes Berubah Nama Jadi RSUD Aulia Pandeglang

. Sejumlah Pepohonan Besar di Pandeglang Ditebang

. Bupati Pandeglang Minta Pelayanan RSUD Aulia Menes Harus Segera Berjalan

Selain untuk memaksimalkan restribusi, lanjut Tatang, pembenahan parkir tersebut guna meminimalisir kemacetan, sehingga kondisi pasar- pasar di Pandeglang tidak semrawut. “Kami sudah koordinasi dengan bidang pengelolaan parkir. Jadi tidak hanya menarik retribusi semata, tapi untuk menata dan merapihkan kesemrawutan di setiap pasar,” katanya.

Saat ditanya bagaimana soal aktivitas parkir yang dipihakketigakan, Tatang mengaku, hal itu tidak jadi masalah, yang terpenting pengelolaanya jelas dan retribusinyapun jelas juga, sehingga tidak menghambat pada target PAD.

“Tidak jadi masalah, yang penting komitmen dan tertib serta tidak menggangu pada kenyamanan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, di setiap ada keramaian pasti di situ ada aktivitas parkir. Maka agar tidak menggangu ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat, pihaknya akan melakukan penataan lagi.

“Seperti parkir di pasar Labuan, pasar Menes dan lokasi lain kami sudah koordinasi dengan pengelolannya. Supaya aktivitas parkir itu tertata dengan baik,” ujarnya.

Sebetulnya, kata Tatang, kemacetan yang terjadi di pasar itu bukan hanya diakibatkan parkir saja, tapi disebabkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sembarang tempat. Maka pihak Disperindag dan Satpol PP juga harus berperan dalam melakukan penataan.

“Untuk PKL kami sudah komunikasi dengan pihak kecamatan, supaya  bersama melakukan penataan pasar. Seperti Dishub soal parkirnya dan Disperindag, Satpol PP dan pihak kecamatan menangani masalah PKL nya,” tandas Tatang. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.