Disdukcapil Kota Serang Stop Pelayanan Adminduk

  • Whatsapp
disdukcapil kota serang
Loket pelayanan Adminduk Disdukcapil Kota Serang, Banten sepi dan lengang menyusul distopnya pelayanan tatap muka langsung, Jumat (20/3/2020).

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang, Banten membatasi pelayanana administrasi kependudukan (Adminduk) secara tatap muka kepada warga di Kota Serang.

Disdukcapil sudah memberlakukan pelayanan secara online. Hanya pelayanan mendesak saja yang dilayani secara manual, yaitu pelayanan persyaratan untuk rumah sakit, pembuatan BPJS dan Paspor.

Bacaan Lainnya

Demikian dikatakan Kepala Disdukcapil Kota Serang, Mamat Hambali kepada wartawan di Kantor Disdukcapil Kota Serang, Jumat (20/3/2020). Ia mengaku sebelumnya sudah memberikan himbauan kepada masyarakat.

“Kami menunda sementara kegiatan yang mengundang orang banyak, kegiatan tatap muka dan disedikan juga hand sanitizer. Ini untuk kebaikan bersama,” katanya.

Bahkan kata, Mamat Hambali, pihaknya juga juga memberhentikan sementara kegiatan yang biasa rutin dilakukan di di Disdukcapil Kota Serang, seperti apel pagi dan sore. “Apel pagi dan sore serta senam Jum’at yang biasanya rutin dilakukan, saat ini kami hentikan,” imbuhnya.

BACA JUGA:

. Tangkal Covid-19, Wali Kota Serang Ajak Warganya Salat Taubat

. Cegah Penyebaran Virus Corona, Gerindra Kota Serang Bagikan Ribuan Masker

. Diskominfo Kota Serang Berlakukan Sistem Kerja dari Rumah

Sementara itu, Kabid Yandapduk Disdukcapil Kota Serang, Iis Nurbaeni mengungakapkan pihaknya sudah membagi jadwal kepada petugas bagi pelayanan mendesak yang masih bisa dilakukan secara tatap muka.

“Kami ada 10 operator, dibagi dari tanggal 18 sampai 24 Maret sebanyak 5 orang dan dari tanggal 24 sampai 31 Maret juga 5 orang. Untuk ASN juga kebagian piket bergantian untuk pelayanan mendesak,” ungkapnya.

Meski pelayanan mendesak secara tatap muka masih dilayani, namun menurut Iis, warga juga harus menaati himbauan yang diberlakukan. “Warga harus menghindari datang (ke Disdukcapil) secara berbondong-bondong, cukup 1 atau 2 orang, tidak lebih dari 10 orang. Ini untuk menindaklanjuti surat edaran Dirjen Dukcapil,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.