Dirkrimsus Polda Banten Sita Uang Puluhan Juta Rupiah Yang Diduga Hasil Pungli Sertifikat Tanah di Kantor BPN Lebak

oleh -
Dirkrimsus Polda Banten Sita Uang Puluhan Juta Rupiah Yang Diduga Hasil Pungli Sertifikat Tanah di Kantor BPN Lebak
Ilustrasi.

LEBAK,REDAKSI24.COM–Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten menyita uang senilai Rp 36 juta dari OTT di Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) Kabupaten Lebak. Uang yang diduga hasil pungli yang disimpan di dalam 3 amplop tersebut ditemukan dalam OTT pada Jumat malam 12 November lalu. Dalam OTT itu , Polda Banten menangkap empat pegawai BPN dan seorang Lurah di Lebak.

“Uang ini bagian dari total uang yang diminta tersangka kepada korban untuk pengurusan sertifikat tanah,” ujar Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten Ajun Komisaris Besar Dedi Supriadi, Minggu, (14/11/2021).

BACA JUGA : Kisruh Tanah di Pantura Tangerang, Pengamat : Diduga ada Kongkalikong BPN & Mafia Tanah

Dedi Prasetyo mengatakan selain uang pihaknya juga menyita beberapa unit handphone, DVR, CCTV dan beberapa berkas pengajuan pengukuran tanah. Polisi juga menyegel beberapa ruang kerja di Kantor BPN Lebak  dengan police line untuk kepentingan penyidikan.

“Untuk kepentingan pendalaman penyidikan ruang Kepala Kantor BPN dan ruang kerja lainnya untuk sementara waktu kami police line,” kata Dedi.

BACA JUGA: Brigadir Iis, Polwan Cantik Polda Banten Penjaga Perdamaian di Afrika Tengah

Dedi menambahkan saat ini Polda Banten telah menetapkan dua tersangka dari lima orang yang ditangkap dalam OTT tersebut yaitu RY (50) dan PR (41), keduanya staf pada Kantor BPN Lebak. Tersangka, lanjut Dedi, dibidik dengan pasal 12 huruf e Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

“Atas perbuatannya para pelaku yang merupakan penyelenggara negara dikenakan Pasal 12 huruf e UU Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman 4-20 tahun penjara dan denda Rp200 juta – Rp1 miliar,”  kata Dedi seraya mengatakan kepada para tersangka telah dilakukan penahanan sejak Sabtu 13 November 2021 malam selama 20 hari ke depan di Polda Banten

BACA JUGA:  Tak Kunjung Mendapatkan Kejelasan, Korban Mafia Tanah Bakal Kembali Datangi BPN Kabupaten Tangerang  

Kapolda Banten Inspektur Jenderal Rudy Heriyanto mengatakan praktek pungutan liar dan koruptif yang diungkap Ditreskrimsus tersebut memang sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Oleh karena itu saya telah memerintahkan jajaran untuk tidak ragu melakukan operasi tangkap tangan sebagai shock therapy sekaligus memberi detterence effect bagi yang lain,” kata Rudy.

Rudy meminta jajaran Reserse untuk tidak ragu lakukan penindakan tegas seperti OTT terhadap pungutan liar atau pungli karena sangat meresahkan masyarakat. “Bahkan dengan operasi tangkap tangan untuk beri efek cegah dan warning keras kepada pelayan publik,” pungkas Kapolda. (Den/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.