Direktur TLM : Kekuatan Saksi di TPS Jadi Penentu Kemenangan Calon di Pilkada

  • Whatsapp
Sanusi Kota Tangerang
Direktur TLM, Sanusi.

TANGERANG,REDAKSI24.COM–Direktur Tangerang Leadership Management (TLM), Sanusi menegaskan bahwa dalam masa pandemi seperti saat ini, kemenangan calon dalam Pilkada akan banyak ditentukan dari kekuatan keberadaan saksi di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Untuk itu, calon yang memiliki kekuatan jaringan saksi hingga tiap TPS paling besar mampu mengamankan suara dan memenangkan kontestasi Pilkada yang diselenggarakan Tahun 2020 ini. Selain untuk mengamankan suara, juga untuk mengontrol penyelenggara dalam menetapkan perolehan suara pasca hari pencoblosan.

Bacaan Lainnya

“Tanpa adanya saksi tiap TPS sangat sulit mengontrol dan mengamankan suara. Apalagi, masa pandemi seperti ini, calon sangat membutuhkan suara akurat dengan menempatkan saksi di tiap TPS,” tegas Sanusi baru-baru ini.

Dalam Pilkada Tangsel, Sanusi mengambil contoh. Hampir setiap calon punya potensi memiliki saksi setiap TPS. Sebab, masing-masing partai pendukung memiliki lembaga saksi yang dibentuk secara mandiri pada struktur partai.

BACA JUGA: Ini dia Kekuatan dan Kelemahan 3 Bakal Paslon di Pilkada Tangsel menurut TLM

Seperti PDI Perjuangan yang saat ini merupakan pengusung pasangan Muhammad-Rahayu Saraswati memiliki lembaga saksi partai, bernama Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN). 

“Bahkan dinyatakan Sekjen PDI Perjuangan, pak Hasto bahwa dalam pilkada kali ini PDI Perjuangan akan menyiapkan hingga 120.000 saksi. Ini menunjukkan PDI Perjuangan sadar betul bahwa pada masa pandemi seperti ini adanya saksi di setiap TPS jadi kekuatan pemenangan,” kata Sanusi.

Pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan juga dipastikan akan memiliki saksi di setiap TPS. Sebab, saat ini Golkar sebagai parpol pengusung calon ini juga telah memiliki lembaga khusus saksi yang dinamakan Badan Saksi Nasional (BSN). 

“BSN baru diluncurkan tahun ini oleh DPP Golkar. Ini tandanya, Golkar juga sadar bahwa kemenangan calon ditentukan pengamanan suara di TPS,” sebut pria yang pernah menjabat sebagai Ketua KPU Kota Tangerang ini.

BACA JUGA: Mendagri: Pemerintah Siapkan Dua Opsi Perpu Terkait Covid-19 dan Pilkada

Tak berbeda dengan dua pasangan calon di atas. Siti Nur Azizah-Ruhamaben juga berpotensi mati-matian mengamankan suara di TPS. Karena meski PKS sebagai parpol pengusung pasangan ini tidak memiliki badan khusus saksi, tapi mereka selalu punya saksi di tiap TPS yang terkenal militan. 

“Memang PKS tidak punya badan saksi khusus. Tapi sudah jadi tradisi PKS selalu mengedepankan akurasi data tiap pemilihan dengan menempatkan saksi hampir di semua TPS,” ujarnya.

Lebih lanjut sanusi menjelaskan, meskipun Pilkada 2020 ini banyak pihak menginginkan untuk dilakukan penundaan, namun demikian soal keberadaan saksi TPS harus tetap diutamakan. 

“Ditunda atau tidak ditunda Pilkada tahun ini tidak akan mengurangi sedikitpun urgensi keberadaan saksi di tiap TPS. Itu wajib hukumnya jika calon mau menang dan memastikan kemenangannya,” tanda Sanusi. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.