Dirampas Pengembang, Veteran Pejuang 45 Berharap Satgas Mafia Tanah Polri Bantu Kembalikan Lahan Miliknya

oleh -
Pengurus Veteran 45 BSD
Pengurus Veteran 45 memeriksa lahan milik mereka yang masih tersisa.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) Mafia Tanah oleh Polri menjadi sedikit angin segar bagi para Veteran Pejuang 45. Mereka berharap Satgas Mafia Tanah yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol. Sigit Listyo Prabowo tersebut bisa membantu proses pengembalian lahan milik mereka yang telah dicaplok pengembang.

“Kami telah berjuang cukup lama namun belum ada hasil karena melawan pengembang besar, Untuk itu dengan terbentuknya Satgas Mafia Tanah Polri bisa mengembalikan lahan milik kami yang telah dirampas pengembang,” ujar  Sri Ika Memed Jakaria perwakilan dari para veteran pejuang 45 kepada Redaksi24.com.

Ika menjelaskan perampasan tanah hak para veteran oleh pengembang  itu dilakukan melalui kongkalikong para mafia tanah dengan melibatkan oknum-oknum pejabat terkait.Menurut Ika, lahan kosong di Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, sudah dimiliki oleh pejuang 45 sejak 75 tahun lalu atau sekitar tahun 1946. Lahan itu menjadi saksi perjuangan mereka, yang bersama tentara sekutu merebut kekuasaan dari tentara Jepang. 

“Lahan seluas sekitar 157 hektar itu merupakan hibah dari Ong Kim Tjengs  pada 12 Juni 1946, sebagai bentuk penghargaan kepada para veteran 45 yang telah berjuang melawan Jepang di wilayah Pagedangan,” ujar Ika  

Namun kini, kata Ika, pihaknya terkejut bahwa ternyata tanah itu telah dikuasai oleh pengembang Bumi Serpong Damai (BSD) dan mengklaim telah memiliki sertifikat tanah itu sejak 1985. Bahkan kini BSD telah membaangu perumahan mewah di lahan milik veteran 45.     

“Sebelum ada BSD, sejak tahun 1946 tanah itu sudah menjadi milik Pejuang 45. Kami sangat menyayangkan sikap dari pengembang itu yang tidak menghargai perjuangan para pahlawan,” ucapnya.

BACA JUGA: Mafia Tanah Sudah Telan Banyak Korban, Saatnya Beri Mereka Pelajaran

Namun tanah didiamkan saja sampai kemudian pengembang BSD mengambil alih dan mengklaim memiliki sertifikat tanah itu sejak 1985. Kini, di atas lahan kosong milik veteran itu akan dibangun perumahan mewah. “Veteran tidak pernah menjualnya. Ada oknum yang bermain dan menjual tanah itu kepada BSD,” ucapnya.

Ika juga mengaku dirinya bersama para veteran 45 yang tersisa dan keluarga akan terus memperjuangkan haknya yang telah dirampas BSD. Bahkan menurut Ika saat ini pihaknya juga tengah mempersiapkan surat untuk dikirimkan  ke Presiden RI Joko Widodo untuk membantu perjuangan para veteran yang menuntut hak atas lahan mereka.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pihak BSD yang bisa dikonfimasi. (Hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.