Diperiksa Bawaslu, Kepala Dindik Kota Cilegon Sebut Kewajiban Alumni Hadiri Reuni

  • Whatsapp
Bawaslu Kota Cilegon
Kepala Dindik Kota Cilegon, Ismatullah memenuhi panggilan Bawaslu, Jumat (6/3/2020).

CILEGON, REDAKSI24.COM – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Ismatullah, memenuhi panggilan Bawaslu, untuk dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran kode etik ASN, Jumat (6/3/2020). Ismatullah datang ke Sekretariat Bawaslu didampingi pengacaranya.

Ismatullah menegaskan, kehadirannya dalam acara reuni SMA Al Ishlah merupakan kewajiban sebagai alumni sekolah tersebut. Dia mengaku tidak punya kepentingan lain, kecuali hadir untuk memeriahkan reuni sekolahnya.

Bacaan Lainnya

“Kalau tahu ada kepentingan lain, pasti saya nggak akan hadir, karena paham resikonya,” kata Ismatullah kepada wartawan usai memberikan klarifikasi di sekretariat Bawaslu, Kota Cilegon.

Ismatullah juga menyatakan, yel yel yang disebut-sebut sebagai jargon salah satu Bacalon Wali Kota Cilegon, hanya spontanitas dari para peserta reuni. Kala itu, menurut Ismatullah, dia hendak memberikan penghargaan kepada Kepala SMP, SMA serta SMK Al Ishlah.

“Yah peserta spontanitas memberi aplaus, itu terjadi diluar rencana dan keinginan saya,” tambahnya.

Diketahui,  Kepala Dindik Kota Cilegon, Ismatullah bersama Kepala Bidang (Kabid) SMP Dindik Kota Cilegon, Suhendi, harus berurusan dengan Bawaslu karena dianggap melanggar kode etik dan aturan ASN. Pasalnya, pada acara reuni SMA Al Ishlah, mereka meneriakan yel yel dukungan kepada salah satu Bacalon Wali Kota Cilegon yang videonya viral di Medsos.

Pada video pendek acara reuni SMA Al Ishlah, keduanya ikut meneriakan “Sukses Cilegon Tak Boleh Henti” yang merupakan jargon dari Wakil Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati. Sedangkan diketahui, Ratu Ati disebut-sebut juga sebagai Bacalon Wali Kota Cilegon pada Pilkada September 2020.

Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Siswandi mengatakan, pihaknya perlu melakukan proses verifikasi pencarian keterangan untuk pendalaman atas dugaan pelanggaran undang-undang ASN tersebut

“Kami mempertanyakan kepada bersangkutan seputar isi video yang beredar, tentang apakah tujuan dari perkumpulan itu? Juga berbagai pertanyaan kecil untuk memperdalam temuan tersebut,” kata Siswandi di Sekretariat Bawaslu Kota Cilegon, Jumat (6/3/2020).

BACA JUGA:

. Lima ASN Kota Cilegon Masuk Daftar Pengawasan Bawaslu

. Sejumlah ASN Kota Cilegon Diperiksa Bawaslu

. Bawaslu Banten Siaga Hadapi Pilkada Serentak 2020

Siswandi juga menyebut, para ASN yang diduga melanggar kode etik dan disiplin seluruhnya sudah memenuhi undangan Bawaslu, termasuk Kasi Trantib Kecamatan Grogol, Burhanudin. “Jadi kelima ASN sudah memenuhi panggilan (Bawaslu),” ujarnya.

Disinggung Kepala Dindik Kota Cilegon Ismatullah yang membawa pengacara, Siswandi menyebut tidak masalah. “Ya boleh saja didampingi pengacara. Yang penting kan ada surat kuasanya,” ujar Siswandi.

Siswandi juga menyatakan, pihaknya tidak berhak memberikan sanksi jika para ASN tersebut ternyata terbukti melangar aturan. Sebab, kata dia, saat ini belum masuk tahapan penetapan calon kepala daerah atau pun kampanye Pilkada Kota Cilegon 2020.

“Kalau hasil pleno kelima ASN ini dinyatakan terbukti melanggar, baru akan diserahkan kepada masing-masing instansi. Tapi kalau tidak terbukti, ya kami stop,” tandasnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.