Diperiksa Bareskrim Polri, Direktur Bank Banten Tegaskan Mayoritas Krediturnya Jelas

  • Whatsapp
bank banten
Ilustrasi- Bank Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Direktur Bank Banten kembali menegaskan tidak ada dugaan kredit komersial fiktif yang terjadi pada tahun 2017 dengan total nilai mencapai Rp188 miliar. Salah satunya penyaluran kredit kepada salah satu koorporasi dengan inisial PT HNM sebesar Rp58 miliar.

“Kalau kredit koorporasi pasti ada tujuannya, baik itu untuk modal kerja atau untuk investasi,” kata Direktur Bank Banten, Kemal Idris kepada wartawan, Rabu (5/8/2020)

Bacaan Lainnya

Kemal menegaskan, tidak ada kredit fiktif di Bank Banten yang disangkakan salah satu warga Banten yang melaporkan bank plat merah itu, ke Bareskrim Polri. Menurut Kemal, status Bank Banten menjadi Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI) oleh otoritas jasa keuangan (OJK) itu, bukan karena kredit macet, tetapi karena beberapa faktor, seperti nilai Non Performance Loans (NPL) Bank Banten, masalah kecukupan modal.

“Pokoknya banyak faktor kalau bicara status itu, tidak hanya satu faktor, misalnya masalah kredit. Tidak, tidak hanya itu, tapi banyak faktor,” jelasnya.

BACA JUGA: Siap Hadapi Gugatan, Direksi Bank Banten Jamin Tidak Ada Kredit Fiktif

Diakui Kemal, usia Bank Banten belum lama, mayoritas krediturnya itu dari kalangan PNS dan pensiunan. Menurut dia, nasabah kalangan PNS jaminannya sudah jelas, dengan pola potong gaji dan surat keputusan (SK). Sedangkan untuk kredit koorporasi dalam portofolio Bank Banten sekitar hanya 5-10 persen.

“Seperti bantuan pendanaan proyek dari APBD, bantu-bantu kredit UMKM yang persentasinya juga kecil,” jelasnya.

Berdasarkan dokumen yang validitasnya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum yang didapat Redaksi24.com, penyidik Bareskrim sudah melakukan pemanggilan kepada salah satu Direktur Bank Banten berinisial FH untuk dimintai keterangan pada tanggal 8 Juni 2020 lalu.

Karena kondisinya sedang Covid-19, pemeriksaan dilakukan dengan mempertimbangkan protokol kesehatan. Pemeriksaan dilakukan secara virtual melalui zoom meeting.

Sedangkan Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan baru-baru ini menyatakan, pihaknya siap menghadapi proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

“Kami siap menghadapi proses hukum terkait dugaan adanya kredit fiktif di Bank Banten, serta dugaan pemalsuan laporan keuangan terkait dengan nilai NPL Bank Banten pada tahun 2019,” jelasnya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.