Dinsos Pandeglang Wajibkan Suplayer BPNT Pakai Komoditas Lokal

  • Whatsapp
komoditas lokal
Kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang, Banten, Nuriah.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, Banten mewajibkan semua agen dan suplayer untuk menggunakan komodias pangan lokal yang akan disalurkan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KMP) dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Kepala Dinsos Pandeglang, Nuriah memgatakan, dari hasil rapat evaluasi monitoring di lapangan, pihaknya menegaskan kepada para agen dan suplayer sembako BPNT agar menggunakan komoditas pangan lokal dalam penyaluran sembako BPNT tersebut.

Bacaan Lainnya

Selain itu, kata Nuriah, kewajiban itu dilakukan sebagai upaya membantu para petani di Pandeglang dalam menjual hasil panennya pada masa pandemi covid-19.

“Kami mewajibkan kepada semua agen agar gunakan komoditas pangan. Suplayer tidak boleh ada yang membawa komoditas sembako dari luar Pandeglang,” ungkap Nuriah, Selasa (19/5/2020).

Menurutnya, diwajibkannya semua agen sembako BPNT untuk menggunakan komoditas pangan lokal, dengan tujuan untuk membantu para petani supaya penjualan hasil pertaniannya. Sebab dampak dari pandemi covid-19 ini, penjualan hasil pertanian para petani mengalami penurunan.

“Jadi melalui program sembako BPNT para petani pun terbantu dalam menjual haisl pertaniannya. Makanya saya wajibkan para agen gunakan komoditas pangan lokal,” katanya.

Ditegaskannya lagi, bagi para suplayer yang masuk ke Pandeglang, tidak diperbolehkan membawa komoditas pangan dari luar Pandeglang, akan tetapi wajib menggunakan komoditas pangan lokal.

“Wajib komoditas pangan untuk sembako BPNT itu dari diambil dari hasil pertanian di Pandeglang, karena hal itu untuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi petani Pandeglang,” tegasnya.

Saat ditanya ada berapa jumlah agen sembako BPNT di Pandeglang. Nuriah mengaku, jumlah agen BPNT ada sebanyak 229 agen yang tersebar di setiap desa dan kecamatan. “Semua agen wajib menerima komoditas sembako dari para suplayer dengan komoditas pangan lokal. Jika masih ada yang dari luar Pandeglang, agen harus menolaknya,” ujarnya.

Sementara Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pagelaran, Irsyad mengaku, setuju jika para agen dan suplayer diwajibkan menggunakan komoditas pangan lokal. Sebab hal itu akan membantu para petani di Pandeglang.

“Saya selaku pendamping program BPNT akan terus mengawal kualitas pangan sembako BPNT,” tuturnya.

Namun, kata Irsyad, pastinya tidak akan semua komoditas sembako BPNT yang bisa ditarik dari para petani Pandeglang, seperti telur ayam, karena di Pandeglang sangat jarang peternakan ayam petelur.

“Kalau telur banyak dari luar Pandeglang. Tapi kalau beras dan jenis komodutas lainnya cukup banyak, dan memang harus diambil dari petani lokal sebagai pemberdayaan ekonomi petani,” tambahnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.