Dinsos Pandeglang Diminta Evaluasi Suplayer dan E-warung Sembako BPNT

  • Whatsapp
BPNT Pandeglang
ilustrasi program BPNT

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Komisi IV DPRD Pandeglang, kembali menyoroti soal kualitas sembako pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sempat ditolak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di sejumlah desa di Kecamatan Labuan, Pandeglang.

Para suplayer dan E-warung dalam program sembako BPNT tersebut perlu dievaluasi, karena dengan adanya kejadian penolakan sejumlah jenis komoditas sembako oleh KPM, para penyedian dan penyaluran sembako BPNT itu dianggap tidak serius dalam menjalankan program tersebut.

Bacaan Lainnya

“Dinsos (Dinas Sosial) Pandeglang harus melakukan evaluasi para penyedia dan penyalur sembako BPNT. Lakukan tindakan tegas, beri mereka (suplayer dan agen E-warung) arahan, peringatan dan bila perlu suplayer dan agen yang nakal itu diberhentikan,” ungkap anggota komisi IV DPRD Pandeglang, Tb Agus Umam, Selasa (24/3/2020).

Dikutif dari akun facebooknya, Agus Umam, yang sempat saling berbalas cuitan dengan akun facebook Noor, yakni Kepala Dinsos Pandeglang, meski ada surat dari kementerian terkait kerjasama antara E-warung dan suplayer, tapi tetap harus ada pengawalan dari Dinsos.

“Paling tidak Dinsos tegas pada suplayer yang cuma ngambil keuntungan tapi tidak peduli pada komoditas yang berkualitas. Pihak Dinsos tidak cuma mendengar laporan baik dari suplayer, tapi turun dan pantau ke lapangan, benar gak kerjanya,” kata Politisi Golkar itu.

Selain itu, Dinsos jangan diam saja dan jangan ada perasaan tidak enak, karena dianggap suplayernya dekat dengan penguasa dan lain-lain.  “Ini kesempatan ibu berbuat baik, berbuat manfaat besar ke masyarakat, kesempatan mendapat pahala sebanyak-banyaknya,” katanya lagi dalam cuitan Agus Umam di akun facebook pribadinya.

Cuitan itu juga langsung direspon dan dibalas Kepala Dinsos Pandeglang, Nuriah melalui akun facebook Noor, bahkan Kepala Dinsos sempat memosting surat perjanjian kerjasama suplayer dan agen E-warung dalam percakapan antara anggota komisi IV DPRD Pandeglang dengan Kepala Dinas Sosial dalam cuitan akun facebooknya.

“Silahkan baca surat dari Kementrian, kalau ada komoditas pangan yang gak bagus dan tidak sesuai harusnya jangan dibagikan ke KPM oleh Agen. Karena yang buat perjanjian itu adalah Agen dan Suplaayer, mereka berdua berjanji akan menjaga kualitas,” imbuh Nuriah dalam cuitannya.

BACA JUGA:

. DPRD Pandeglang Warning Suplayer Sembako BPNT

. Kualitas Sembako BPNT Tak Layak Konsumsi, Pemkab Pandeglang Diminta Turun Tangan

. Komoditas Sembako BPNT di Labuan Pandeglang Sempat Ditolak KPM

Tidak hanya itu, saling balas cuitan dalam akun facebook tersebut, turut serta anggota DPRD Pandeglang lainnya, yakni Iing Andri Supriadi, melalui akun facebook Iing Andri Supriadi yang ikut berkomentar dalam percakapan itu, kalau terindikasi apalagi terbukti kualitasnya tidak bagus, maka agennya harus dinonaktifkan atau diblacklist.

“Hayu kita sikapi, jangan takut kita berantas bersama agen yang bermasalah itu,” ujarnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.