Dinsos Pandeglang Buka Ruang Konsultasi Bansos Covid-19

  • Whatsapp
dinsos pandeglang
Dinsos Pandeglang membuka pelayanan konsultasi tentang bantuan sosial dampak covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dalam menangani Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga terdampak covid-19, Dinas Sosial Pandeglang  membuka ruang konsultasi publik. Tujuannya agar masyarakat secara langsung dapat mengakses informasi seputar Bansos.

Kepala Dinnas Sosial (Dinsos) Pandeglang, Nuriah mengatakan, sejak per 1 Juni 2020 lalu, pihaknya membuka ruang layanan informasi publik seputar Bansos. Melalui layanan itu, kata dia, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat berkaitan dengan Bansos selama pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya

“Melalui ruang informasi publik itu, masyarakat Pandeglang bisa menyampaikan keluhan atau aspirasinya dan mengakses informasi yang berkaitan Bansos covid-19,” ungkapnya, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, dibukanya ruang informasi publik, mengingat terbatasnya sarana informasi di Dinas Sosial, seperti Unit Pelayanan Teknis (UPT) di masing-masing kecamatan. Sementara, masyarakat sangat membutuhkan informasi baik seputar Bansos maupun informasi sosial lainnya.

“Sejauh ini sudah banyak warga yang datang untuk berkonsultasi tentang Bansos covid-19. Mulai dari BST (Bantuan Sosial Tunai) serta Bansos lainnya,” katanya.

Lanjut Nuriah, nanti hasil dari keluhan dan pengaduan warga yang ditampung melalui ruang konsultasi tersebut, akan direkap dan diremukan bersama dengan instansi terkait lainnya. Karena keluhan warga yang ditampung itu ada kaitannya dengan instansi lain, seperti Disdukcapil, Dinkes, rumah sakit dan DPMPD.

“Namun dalam pelayanana konsuktasi publik itu juga kami tidak lepas dari protokol kesehatan. Warga yang masuk ke ruang konsultasi harus menggunakan masker, cuci tangan dan penerapan protokol kesehatan lainnya,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Kemiskinan Dinsos Pandeglang, Yunisa mengaku, hampir setiap hari selalu ada warga yang datang untuk berkonsultasi. Hari ini, Jumat (5/6/2020), sudah ada sebanyak 6 orang seperti warga asal Kecamatan Cigelis serta kecamatan lainnya.

“Rata-rata yang dikonsultasikan warga seputar BST. Seperti kenapa mereka tidak dapat, serta berbagai persoalan Bansos lainnya,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.