Dinkes Pandeglang Diminta Beri Sanksi Bagi Kontraktor Puskesmas Bojong

  • Whatsapp
Komisi III DPRD Pandeglang
Anggota DPRD Pandeglang, Banten, Ade Muamar.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Komisi III DPRD Pandeglang, Banten meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) agar melakukan evaluasi dan memberikan sanksi kepada CV Bulan Sabit, yang melaksanakan proyek pembangunan Gedung Puskesmas Bojong. Selaku kontraktor, CV Bulan Sabit dianggap lalai dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga bangunan Puskesmas runtuh.

Desakan terhadap Dinkes Pandeglang untuk melakukan evaluasi dan memberian sanksi kepada kontraktor, menyusul runtuhnya sebagian bangunan Puskesmas yang belum selesai dibangun. Dewan juga menyoroti lambannya proses pengerjaan pembangunan Puskesmas tersebut.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Komisi III DPRD Pandeglang, Ade Muamar mengaku, sangat menyesalkan dan kecewa terhadap pelaksana proyek pembangunan Puskesmas Bojong (CV Bulan Sabit), yang terkesan asal jadi dalam melaksanakan pembangunan tersebut.

Sebab, kata dia, jika proyek itu dikerjakan dengan baik dan kulaitasnya diperhatikan, tidak akan runtuh begitu saja. “Saya kecewa terhadap pelaksana pembangunan Puskesmas itu. Masa bangunan rapuh, mudah ambruk, artinya dalam pelaksanaan kegiatannya main-main,” ungkap Ade melalui sambungan teleponnya, Jumat (6/12/2019).

BACA JUGA:

. Belum Selesai Dibangun Sudah Runtuh, Puskesmas Bojong Pandeglang Rapuh

. Wabup Pandeglang Warning Kontraktor Proyek 2 Puskesmas

. Bidan Puskesmas Labuan Pandeglang Jalin Kemitraan dengan Paraji

Pihaknya juga mendesak, agar Dinkes melakukan pembanggilan dan evaluasi terhadap CV Bulan Sabit tersebut. Bila perlu, berikan sanksi tegas agar tidak ada lagi pengusaha yang main-main dalam melaksanakan proyek pembangunan.

“Apalagi itu pembangunan Puskesmas, yang merupakan penyediaan sarana pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat. Jika bangunannya tidak sesuai, maka masyarakat nanti yang dirugikan,” katanya.

Anggota DPRD dari Fraksi PKB itu juga sebelumnya sempat melihat lokasi pembangunan Puskesmas Bojong. Ia melihat ada keterlambatan dalam progres pembangunan. Terlebih, waktu kontrak tinggal beberapa hari lagi akan habis, tapi progres pembangunan masih jauh.

“Kalau melihat kondisi bangunan seperti itu, dan waktu kontrak tinggal 3 hari lagi. Saya tidak yakin bisa selesai tepat waktu, makanya saya minta Dinkes harus mengevaluasi CV Bulan Sabit itu,” ujarnya.

Menurutnya, Puskesmas merupakan layanan dasar kesehatan bagi masyarakat. Jika pembangunannya tidak berkualitas atau mangkrak, maka pelayanan kesehatan maayarakat akan terhambat.

“Ini menyangkut kepentingan maayarakat banyak. Sebab itu, Dinkes harus mendorong kontraktor agar menyelesaikan pembangunan, dan kualitasnya diperhatikan secara serius,” tuturnya.

Politisi PKB itu juga berjanji, akan segera berkoordinasi dengan Dinkes Pandeglang, supaya setiap program pembangunan fisik benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Soal pembangunan Puskesmas Bojong harus disikapi dengan serius. Jangan sampai proyek itu mangkrak dan tidak beekualitas, yang akibatnya nanti menghambat pelayanan kesehatan, dan masyarakat yang dirugikan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.