Dinkes Kota Serang Diminta Segera Gunakan Dana Penanganan Covid-19

  • Whatsapp
Ketau DPRD Kota Serang
Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi dan Kepala Dinkes M Ikbal memberi keterangan pers usai rapat penanganan Covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Ketua DPRD Kota Serang, Banten, Budi Rustandi meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera menggunakan dana tak terduga untuk belanja peralatan penanganan virus corona atau Covid-19.

“Kalau Dinkes fokus terhadap pelayanan yang ODP dan PDP (orang dalam pengawasan dan pasien dalam pengawasan). Ini saya cek persiapannya lanjutan dari rapat yang kemarin,” kata Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi kepada wartawan usai melakukan rapat bersama Dinkes Kota Serang di Kantor Dinkes Kota Serang, Kamis (26/3/2020).

Bacaan Lainnya

Hari ini, kata dia, Dinkes sudah bisa belanja peralatan atau apapun yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 di Kota Serang. Tapi, Budi mengakui, ada beberapa kendala terkait dengan bahan, seperti sanitizer tidak bisa langsung full dikirim penyedia sesuai dengan yang dibutuhkan.

“Mungkin itu tidak bisa langsung. Termasuk APD (Alat Perlindungan Diri), hari ini saya cek DPKAD sudah mulai mencairkan dana dibelanjakan,” imbuhnya.

Update Tabel Corona Kota Serang

Budi menjelaskan, terkait dengan persiapan di Puskemasmas, termasuk persiapan obat dan lain-lain, juga sudah siap dan tinggal dijalankan. “Hanya APD-nya kurang, karena harus pesen dulu,” sambungnya.

Budi menegaskan APD menjadi prioritas karena untuk perlindungan tim medis dalam penanganan OPD maupun PDP Covid-19. Sebab kata dia, APD merupakan barang habis pakai langsung dimusnahkan.

“Mudah-mudahan Kota Serang lebih kondusif,” harapnya.

BACA JUGA:

. Heboh, Petugas Dinkes Kota Serang Jemput PDP Covid-19 di Ciceri

. Kasus Covid-19 di Kota Serang Meningkat, ODP 35 dan PDP 5

. Lagi, BNN Banten Musnahkan 50 Kg Ganja

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Serang sekaligus Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang, M Ikbal mengingatkan 12 rumah sakit yang ada di ibu kota Banten untuk tidak menolak melayani warganya.

“Gugus tugas kesehatan memastikan semua pelayanan kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas dan lainnya tidak ada yang menolak untuk melayani masyarakat,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.