Dinkes Banten Bakal Tambah Faskes Perawatan Covid-19

oleh -
Dinkes, faskes, covid-19, Ati Pramudji Hastuti, banten,
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti.

TANGERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten akan menambah tempat perawatan melalui peningkatan fasilitas kesehatan (Faskes). Rencana itu menyusul persentase okupansi tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 yang telah mencapai 96 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti kepada wartawan di Tangerang, Senin (11/1/20210) mengatakan, persentase okupansi ICU di Banten mengalami peningkatan dan kini tersisa beberapa saja.

“Untuk perawatan ruang ICU, khususnya untuk penanganan yang kategori berat. Sedangkan untuk yang alami gejala ringan disiapkan tempat lainnya,” kata Ati Pramudji usai rapat penanganan Covid-19 di Pendopo Bupati Tangerang.

Sementara untuk persentase okupansi ruang isolasi lainnya, kata dia, saat ini juga sudah terisi mencapai 92 persen. Lalu untuk fasilitas seperti hotel yang disiapkan Kabupaten/Kota sebagai tempat isolasi mandiri berjumlah 915 tempat tidur.

BACA JUGA: Kota Tangsel dan Serang Bakal Jadi Dua Kota Pertama di Banten Yang Lakukan  Vaksinasi COVID-19

Dari jumlah tersebut 771 tempat tidur sudah terisi dan tersisa 144 tempat tidur saat ini. “Melihat data tersebut, kami mendorong penanganan yang cepat yakni mengubah faskes yang ada dahulu,” ujarnya.

Ati menekankan kepada setiap kabupaten/kota untuk lebih masif lagi dalam penanganan Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan. Sebab saat ini jumlah kasus terus meningkat dan penambahannya mencapai 10 ribu kasus untuk skala Nasional pada beberapa waktu lalu.

“Penanganan di hulu dan hilir harus lebih efektif lagi agar penularan dapat dicegah dan tingkat kesembuhan dapat semakin banyak setiap waktunya,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari halaman resmi infocorna.bantenprov.go.id tanggal 10 Januari 2021, untuk kasus konfirmasi ada 21.427 orang dengan rincian 3.215 masih dirawat, 17.572 sembuh dan 640 meninggal dunia.(ANT/DIFA)