Dinilai Sepihak dan Sarat Nuansa Politis, 9 Kader Menolak Dilantik Jadi Pengurus Besar Mathla’ul Anwar

oleh -
Dinilai Sepihak dan Sarat Nuansa Politis, 9 Kader Menolak Dilantik Jadi Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Dinilai Sepihak dan Sarat Nuansa Politis, 9 Kader Menolak Dilantik Jadi Pengurus Besar Mathla’ul Anwar 
Mathla’ul Anwar

TANGERANG,REDAKSI24COM–Sebanyak  9 calon Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA).  Mereka yang seharusnya dilantik di Hotel Le Semar, Karawaci, Tangerang, Banten, pada hari Jum’at (25/6/2021) ini yakni Ahmad Nawawi, Ali Fikri, Achmad Yakub, Destika Cahyana, Syahroni Yunus, Hanni Sofia, Tata Septayuda Purnama, Daden Ahmad  Sugiri, dan Irwandi, menyatakan tidak bersedia masuk ke dalam komposisi pengurus yang dipimpin Ketua Umum PBMA, KH. Embay Mulya Syarief. 

Sembilan calon pengurus tersebut berasal dari kader DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar yang pada awalnya menginisiasi pencalonan KH. Embay Mulya Syarief. 

Ketua Umum DPP Gema MA, Ahmad Nawawi menjelaskan terdapat 2 organisasi badan otonom yang awalnya mendukung KH. Embay sejak Juli 2020 setahun silam,. Kedua organisasi otonom itu adalah DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA) dan DPP Himpunan Mahasiswa Mathla’ul Anwar (HIMMA). 

BACA JUGA: Pendiri Mathla’ul Anwar, Mas Abdurahman Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Dari 2 organisasi otonom itu KH. Embay kemudian mendapat dukungan mayoritas hingga 23 para pemilik suara dari 39 pemilik suara menjelang pemilihan pada Muktamar XX Mathla’ul Anwar pada April silam.

“Dengan dukungan itu KH. Embay maju sebagai  calon ketua umum PB Mathla’ul Anwar periode 2021-2026,” kata Nawawi.

BACA JUGA: Mathla’ul Anwar Paling Depan Tolak Radikalisme

Pernyataan dukungan tersebut menjadi dokumen resmi yang dipegang pimpinan sidang. Pada prakteknya di bawah pimpinan sidang, atas berbagai pertimbangan akhirnya disepakati proses pemilihan Ketua Umum melalui Musyawarah Mufakat. 

Musyawarah mufakat tentu merupakan opsi terbaik agar tidak memberikan dampak psikologis dan dampak lainnya yang tidak baik pasca Muktamar. 

BACA JUGA: LBH PP Muhammadiyah Siap Advokasi 75 Pegawai KPK yang Dipecat Pimpinan KPK

Kini setelah Pak Kyai Embay terpilih bersama tim formatur lainnya telah menyusun personalia pengurus PBMA periode 2021-2026. “Namun, ketika penyusunan personalia tersusun hingga menjelang pelantikan, kami tidak pernah mendapat informasi pemberitahuan resmi terkait kesediaan sebagai pengurus,” kata Destika Cahyana, salah satu calon pengurus yang tidak bersedia dilantik. 

Menurut Achmad Yakub, idealnya pengurus terpilih melalui proses seleksi dan etika organisasi yang baik. Calon pengurus hasil pilihan tim formatur, semestinya dilakukan rekonfirmasi dan rekomitmen kepada yang bersangkutan untuk kemudian dilantik. “Jadi tidak sepihak dan terkesan sangat bernuansa politis,” kata Yakub. 

Proses tersebut, menurut Yakub, tidak mencerminkan PBMA sebagai organisasi modern sehingga kami menyatakan tidak bersedia untuk masuk menjadi bagian pengurus PB Mathla’ul Anwar periode 2021-2026. “Kami sudah sering terlibat di banyak organisasi modern, pasti kita 1 organisasi dan beberapa hal substansial yang tak terpenuhi,” kata Yakub. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.