Dinilai Janggal, Musda KNPI Pandeglang Berlangsung Ricuh

  • Whatsapp
Musda KNPI Pandeglang
Sejumlah peserta Musda KNPI Pandeglang ke XV melakukan aksi protes ke panitia Musda di Gedung PKPRI Pandeglang, Minggu (27/7/2020) malam.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pandeglang yang ke  XV berlangusng ricuh. Pasalnya, sejumlah OKP peserta Musda menduga ada kejanggalan dalam verifikasi Organisasi Kepemudaan (OKP) yang dilakukan panitia Musda.

Seperti yang terpantau di lokasi kegiatan Musda di Gedung PKPRI Pandeglang, Minggu (26/7/2020) malam, kericuhan bermula adanya protes dari kelompok Cipayung Plus yang terdiri dari beberapa Organisasi Kemahasiswaan, karena menganggap dalam proses Musda tidak ada verifikasi OKP, bahkan ada OKP yang dianggap aneh muncul dalam Musda tersebut.

Bacaan Lainnya

Hingga beberapa menit proses Musda alot dan terjadi percekcokan adu argumen antara sejumlah organisasi dengan pihak panitia penyelenggara pada saat berjalannya proses Musda. Petugas Polres Pandeglang terus berupaya melerai kericuhan agar tidak terjadi bentrokan fisik.

Setelah kericuhan terjadi di dalam ruang sidang Musda, sejumlah Organisasi Kemahasiswaan dan OKP itu meninggalkan ruang sidang Musda. Namun kericuhan itu tidak terjadi sampai di situ, di luar gedungpun protes dari sejumlah organisasi terus dilontarkan terhadap pihak panitia pelaksana Musda agar panitia menunda Musda.

BACA JUGA: Anggota Dewan Sampai Kades Ramaikan Bursa Calon Ketua KNPI Pandeglang

Meski adanya protes dari ratusan masa dari sejumlah organisasi di luar ruang sidang, proses Musda yang diikuti dua kandidat, Dedi Rivaldi dan Pujiyanto, dilakukan secara aklamasi. Dalam aklamasi itu Pujiyanto unggul dari rivalnya Dedi Rivaldi.

Aktivis GMNI Pandeglang, Tubagus Muhamad Afandi menilai, terdapat banyak kejanggalan dalam proses Musda KNPI tersebut. Bahkan, kata dia, Musda itu terkesan dipaksakan oleh pihak panitia.

“Harusnya dilakukan pra Musda dulu dan verifikasi OKP. Terlebih ada organisasi yang selama ini tidak terlihat gerakannya, tapi masuk dalam daftar Musda itu,” ungkap Afandi dalam protesnya.

Di tempat yang sama, Ketua PC PMII Pandeglang, Yandi Isnendi mengatakan, ada sebanyak dua kandidat yang lolos administrasi. Namun, kata dia, proses Musda dilakukan secara aklamasi, padahal tidak ada kandidat yang mengundurkan diri dalam Musda tersebut.

“Pada saat penyampaian visi dan misi yang satu kandidat. Padahal dalam Musda itu ada dua kandidat yang lolos administrasi, dan tidak ada pengunduran diri dari salah satu calon dalam Musda itu,” tandasnya.

Sejauh ini belum ada keterangan secra resmi dari panitia Musda KNPI Kabupaten Pandeglang terkait adanya dugaan kejanggalan dalam Musda tersebut. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.