Dinilai Jadi Pemicu Banjir, Wali Kota Cilegon Diminta Tertibkan Galian C

  • Whatsapp
banjir cilegon
Anggota DPR RI asal Provinsi Banten,, Yandri Susanto.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Anggota DPR RI asal Provinsi Banten, Yandri Susanto memberikan perhatian khusus terhadap musibah banjir bandang yang terjadi di Kota Cilegon, Senin (4/5/2020) lalu. Dia menilai banjir kali ini menjadi yang terparah sejak kota baja itu terbentuk.

Selain harta benda yang porak poranda, banjir kali ini juga memakan korban nyawa yang hanyut terbawa arus sungai sampai ke laut Bojonegara, Kabupaten Serang. Sudah seharusnya, kata dia,  pemerintah daerah mencari solusi agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Bacaan Lainnya

“Perlu ada program jangka panjang untuk menuntaskan banjir di Cilegon. Bisa dimulai dengan menertibkan pihak yang merusak lingkungan,” kata Yandri kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Menurutnya, banjir bisa terjadi karena banyaknya bangunan tidak berizin, termasuk pertambangan atau galian C yang memapas gunung.

“Saya kira pemerintah, mulai gubernur, bupati atau wali kota sudah harus menghentikan aktivitas pertambangan C. Kalau tidak dihentikan, tinggal menunggu waktu dan bisa saja bencana lebih dahsyat lagi,” kata Politisi PAN itu.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi meminta kepada semua pihak untuk tidak menyalahkan pemerintah terkait bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi Senin (4/5/2020) lalu.

“Pemerintah jangan disalahin saja, masyarakat sekali-kali disalahkan,” kata Edi.

Menurutnya, banjir bandang dan longsor yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi dengan kondisi gorong-gorong yang sempit. Sehingga, gorong-gorong tidak mampu menampung luapan air yang tinggi.

“Itu kan faktor curah hujan tinggi, selama tiga jam,” ujarnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.