Dindikbud Banten Klaim 66 SMA/SMK Sudah Belajar Secara Online

  • Whatsapp
belajar secara online
Plt Dindikbud Muhammad Yusuf sedang memaparkan hasil monitoring sekolah yg sudah melakukan pembelajaran daring kepada Komisi V DPRD Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mengklaim, sejak pengumuman proses pembelajaran di rumah diterapkan, sudah ada 66 SMA/SMK yang melakukan pembelajaran daring (online). Hal ini dinilai menjadi salah satu bukti surat edaran (SE) Dindikbud Sabtu lalu (14/3/2020) sudah diterapkan di setiap sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dindikbud Banten Muhammad Yusuf mengatakan, sejak ada intruksi untuk merumahkan sistem pembelajaran oleh Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) berkenaan dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 di Provinsi Banten, pihaknya langsung membuat SE kepada seluruh sekolah.

Bacaan Lainnya

“Namun SE pertama itu hanya merumahkan pembelajaran, sementara untuk pelaksanaan UNBK tetap berjalan sesuai waktu yang ditentukan,” ujarnya, Rabu, (18/3/2020).

Akan tetapi, lanjut Yusuf, setelah melihat perkembangan di lapangan, sehari kemudian, berdasarkan instruksi dari gubernur pihaknya menunda pelaksanaan UNBK sampai waktu yang belum ditentukan.

“Per hari Senin kemarin, sebanyak 66 sekolah sudah melakukan proses pembelajaran daring. Artinya, intruksi kami sudah dilakukan seluruh sekolah,” ujarnya.

Metode pembelajaran uang dimaksud, lanjut Yusuf, menggunakan aplikasi yang dianjurkan Kemendikbud melalui portal yang sudah disediakan. “Banyak platform yang tersedia, namun kami memilih yang sudah ditetapkan Kemendikbud,” katanya.

BACA JUGA:

. Tangani Covid-19, Dewan Sarankan Pemprov Banten Ajukan Pergeseran Anggaran

. Wah, Dana Penanggulangan Covid-19 di Banten Tersisa Rp3 Miliar

. Pernyataan Gubernur Banten Soal Pasien Corona Meninggal, Resahkan Warga Tangsel

Anggota Komisi V DPRD Banten, Agus Supriyatna menilai, apa yang dilakukan Dindikbud itu bukanlah sebuah capaian yang patut dibanggakan, mengingat total SMA/SMK di Banten itu sekitar 1.684 sekolah. Jika yang sudah melakukan pembelajaran daring hanya 66 sekolah, menurut dia, itu hanya berapa persennya saja.

“Lalu yang lainnya bagaimana? Pertanyaan ini harus bisa dijelaskan secara komperhensif. Jangan-jangan yang lainnya belum siap menjalankan program belajar daring,” tanya Agus.

Mantan Ketua KPU Provinsi Banten itu melanjutkan, seharusnya Dindikbud Banten memonitor seluruh sekolah yang menjadi kewenangan untuk memastikan kesiapan mereka. Ia mencontohkan anaknya yang kuliah melalui sistem daring yang setiap pagi harus standby di depan leptop bersama dosen dan teman-teman lainnya melalui video confren.

“Metode seperti ini efektif. Tapi apakah 1.684 sekolah itu sudah bisa melakukannya? Sementara yang dilaporkan hanya baru 66 sekolah,” tanya Agus.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.