Dinas Pendidikan Provinsi Banten Dinilai Belum Optimal Dalam Melaksanakan PPDB Online

  • Whatsapp
Ilustrasi PPDB tingkat SMA/SMK Banten.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Pendaftaran Penerimaan Siswa Baru (PPDB) SMA/SMK se-Banten telah dimulai sejak 26 Mei 2020 lalu. Alur pendaftarannya bisa dilihat dengan mengakses situs resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten https://dindikbud.bantenprov.go.id/ppdb2020

Namun, sampai saat ini masih banyak orang tua calon siswa yang belum mengetahui situs resmi PPDB online tersebut. Mereka yang sudah bisa melakukan pendaftaran pun sering terkendala karena server yang sulit diakses.

Bacaan Lainnya

Menanggapi persoalan tersebut anggota Dewan Pendidikan Provinsi Banten, Eny Suhaeni mengatakan, PPDB online di tengah pandemik sesungguhnya tidak masalah karena sudah sejak awal pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan menggunakan sistem daring.

Yang terpenting, sambung Eny, PPDB yang dilaksakan secara daring ini dinas pendidikan harus msmpersiapkannya dengan baik terutama soal ketersediaan akses jaringan (server) terutama bagi daerah-daerah pelosok.

“Bandwidthnya harus disesuaikan dengan kebutuhan akses, jangan sampai terjadi lagi kendala seperti tahun-tahun lalu, jika terjadi lagi kesulitan akses dikarenakan kecilnya bandwitdth, itu artinya dindik tidak melakukan evaluasi kinerja,” tutur Eny saat dihubungi Redaksi24.com, Kamis (28/5/2020) malam.

Ia melanjutkan, jika masih ada masyarakat atau orang tua calon siswa yang tidak tahu cara mendaftar PPDB online, ini juga menunjukan jika dinas pendidikan belum intens melakukan sosialisasi secara massif.
“Padahal sosialisasi PPDB dalam juknis tertera sejak April hingga Mei 2020,” kata dia

Eny juga menegaskan, jika gubernur Banten sudah menggratiskan pendidikan hingga jenjang SMA dan SMK negeri tanpa ada pungutan apapun termasuk uang pangkal. “Semua gratis sesuai juknis dan pergub jika masih ditemukan pungutan segera laporkan biar diproses,” tegasnya

Kata dia, meski dilakukan secara online, namun proses daftar ulang yang mengharuskan para siswa atau wali murid datang ke sekolah, ketentuan protokol Covid-19 mesti benar-benar dijalankan di setiap sekolah.

Ia menambahkan, jika kelak saat masuk sekolah pandemik belum berakhir maka berdasarkan protokol Covid-19 setiap anak hanya duduk di satu meja dengan jarak antar siswa satu meter dan mengenakan masker.

“Tinggal evaluasi pelaksanaannya sesuai ketentuan atau tidak, jika masih ditemukan ada pungli atau masih ada kendala jaringan lemot itu artinya tidak ada perbaikan berarti dindik tidak bekerja,” tandasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.