Dilema COVID-19, di Zona Hijau Lebak

  • Whatsapp
Muhamad Wahyu.

Saat ini seluruh dunia di serang oleh pandemi Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan sebutan virus Corona. Kita ketahui virus ini teridentifikasi pertama kali di Wuhan, China.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, virus ini merebak hampir di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia yang sampai pada tanggal 16 Mei 2020 wsrga yang terpapar mencapai 16 ribu orang lebih, dengan angka kematian sekira 3 ribu jiwa.

Bacaan Lainnya

Dan di ketahui Kabupaten lebak menjadi satu-satunya wilayah di banten yang menjadi Zona Hijau, bahkan di Jawa bagian Barat. Namun ada data yang membuat saya bertanya tanya, bagaimana mungkin Lebak yang berada di titik tengah penyebaran pandemi corona bisa menjadi zona hijau?. Bahkan ada satupun orang yang positif terinfeksi di Kabupaten ini?. Ini tentunya menjadi dilema, mengingat secara letak geografis, Lebak di kelilingi oleh seluruh kabupaten/kota yang sudah teridentifikasi sebagai zona merah dan kuning di provinsi Banten.

Beberapa saat Lalu saya berdiskusi bersama Habibullah tentang Virus ini, ia adalah salah satu pengurus cabang dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Habibullah mengatakan bahwa virus ini sama dengan virus-virus yang lain. Jika dilihat secara logis memang benar, hanya saja yang membedakan ialah virus ini memiliki dampak yang cukup besar dalam perekonomian Modern, bahkan hingga mengakibatkan anjlok nya harga minyak dunia. Jika di lihat dari ilmu ekonomi, Pandemi adalah salah satu Faktor eksternal yang mempengaruhi kestabilan Ekonomi.

Kami menyepakati bahwa memang covid-19 ini sama dengan virus lain, bahkan saya pribadi menganggap bahwa virus ini tidak lebih berbahaya dibandingkan dengan HIV. Mengapa demikian? Karena menurut WHO pada tahun 2017 lebih dari 70 juta orang Terinfeksi HIV dan menewaskan jutaan orang akibat Aids. Lantas mengapa kami menyatakan corona tidak lebih berbahaya dibandingkan HIV/aids?

Secara logika sederhana saja, kita ketahui orang yang Terinfeksi virus corona dapat di sembuhkan dengan penanganan khusus, bahkan tak sedikit orang yang sembuh tanpa penanganan. Bahkan WHO pun menyatakan sebagian besar orang yang tewas akibat Corona ini ialah Lansia dan orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu, karena virus ini dapat berdapak terhadap orang yang memiliki imunitas yang rendah.

Sedangkan HIV menewaskan orang tanpa milihat usia, bahkan sampai saat ini belum ada orang yang bisa sembuh TOTAL dari virus HIV ini.
sampai saat ini belum di temukan nya Pembasmi Virus HIV, kami menganggap bahwa untuk corona pun tak akan pernah di temukan obat untuk membunuh Virus ini. Sebab virus ialah Mikroorganisme, yang bahkan tak akan bisa kita lihat oleh mata telanjang. Bahkan bisa jadi virus ini menempel di diri saya saat mengerjakan tulisan ini, atau bahkan anda semua yang sedang membaca tulisan ini. Sebab di ketahui bahwa orang yang Terinfeksi corona juga ada yang disebut “Orang Tanpa Gejala” namun jika anda masih merasa santai dan baik baik saja, berarti imun dalam diri anda cukup kuat dan sangat kecil kemungkinan anda terinfeksi.

Jadi, Virus Corona tak akan pernah hilang secara menyeluruh, namun manusialah yang berkembang dan semakin modern hingga bisa menguatkan diri agar tidak terinfeksi oleh virus ini. Layaknya HIV yang dulu menjadi virus menggemparkan dunia , namun kini sudah tak begitu mengerikan.

Jika mengingat pada hasil diskusi kami, bukan hal yang membingungkan jika di Kabupaten Lebak sampai saat ini masih di tetapkan sebagai Zona hijau. Padahal Lebak sangat dekat dengan DKI jakarta yang menjadi Provinsi tertinggi kasus positif corona di Indonesia. Bahkan akses menuju daerah tersebut sangatlah mudah, serta sebagian besar Warga Lebak mencari nafkah di Ibu kota. Namun menurut data dari dinkes Lebak kasus positif corona di Lebak itu 0 orang!

Kami menyadari bahwa sebagai satu-satunya Kabupaten zona hijau di Banten harus mengeluarkan upaya yang besar untuk mempertahankan hal tersebut. Diketahui Pemerintah Daerah (Pemda) telah melakukan berbagai cara yang terbilang cukup berani, seperti bupati Lebak yang memberhentikan berbagai jenis transportasi umum antar kabupaten/kota , bahkan beliau mengirim surat langsung kepada PT KAI untuk memberhentikan akses Commuter Line dari Lebak menuju ibu kota bahkan sebaliknya demi melindungi warga lebak dari penyebaran virus ini.

Namun sayangnya sampai hari ini Commuter Line masih beroperasi, bahkan Pemda lebak tengah mempersiapkan bantuan langsung tunai bagi warganya yang terdampak covid-19 . Disebutkan pula bahwa Pemda Lebak sudah menyiapkan dana Sebesar Rp.160,35 M , saya rasa ini adalah jumlah yang sangat fantastis di kabupaten/kota yang menjadi zona hijau.

Namun dengan adanya nominal tersebut kami mendapat asumsi bahwa ada sesuatu yang aneh di Lebak ini, kami mempertanyakan mengapa dana sebanyak itu di kucurkan di daerah Positif 0 corona.
Saya rasa dengan besarnya nominal yang di siapkan sangat memudahkan para oknum untuk melakukan korupsi, penggelapan, atau bahkan pendataan palsu terkait kasus corona di lebak ini.

Dengan demikian , saya harap Pemerintah daerah Lebak bisa lebih terbuka baik dalam hal Dana yang di gelontorkan untuk pandemi ini ataupun data pasien terjangkit corona. Karena transparansi dari pemerintah sangat penting agar Masyarakat bisa percaya serta bekerja sama dalam mengatasi pandemi ini. (*)

Penulis: Muhamad Wahyu, Mahasiswa Latansa Mashiro

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.