Dilantik Khofifah Jadi Wali Kota, Gus Ipul: Ini Bukan Soal Turun Kelas

oleh -
Gus Ipul,Khofifah,Jawa Timur,Surabaya,Bukan Soal Turun Kelas,Pilkada,Gus Dur
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) menlantik Saifullah Yusuf sebagai Wali Kota Pasuruan, di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat (26/02/2021). (Antara)

 SURABAYA, REDAKSI24.COM–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengabil sumpah jabatan sejumlah kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2020 di wilayah Provinsi Jawa Timur, bertempat di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Jumat (26/2/2021).

Kepala Daerah yang dilantik adalah pasangan calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Blitar, Bupati/Wakil Bupati Jember, Bupati/Wakil Bupati Malang, Bupati/Wakil Bupati Blitar, Wali Kota Pasuruan/Wakil Wali Kota Pasuruan, dan Bupati/Wakil Bupati Mojokerto.

Diantara kepala daerah yang diambil sumpahnya itu adalah Saifullah Yusuf sebagai Wali Kota Pasuruan, yang berpasangan dengan wakilnya Adi Wibowo.

Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul pernah mejabat Wakil Gubernur Jawa Timur selama 10 tahun lamanya, yaitu dari 2009 sampai 2019.

Tak sekedar itu, Gus Ipul juga merupakan rival Gubernur Khofifah dalam kontestasi Pilkada Jawa Timur tahun 2018. Saat itu Gus Ipul berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno sebagai wakilnya, sedangkan Khofifah menggandeng Emil Elistianto Dardak.

 

Dekat dengan Gus Dur

Diketahui, Saifullah Yusuf  lahir di Pasuruan tahun1964, dia sebenarnya sempat besar di sana. Namun, selepas menempuh pendidikan di madrasah dan pondok pesantren, hingga ke sekolah menengah tingkat atas, dia memutuskan berkuliah di Jakarta sekitar akhir tahun 1980.

Putra dari pasangan Ahmad Yusuf Cholil dan Sholichah Hasbullo itu awalnya bercita-cuita menjadi guru. Pendidikannya diawali di Madrasah Ibtidaiah Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang dan SMP Islam Pasuruan.

Setelah lulus dari SMA, pamannya K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menganjurkan Gus Ipul berkuliah di Jakarta dan keluar dari Pasuruan. Ia memilih masuk Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Nasional.

Dekat dengan Gus Dur, Gus Ipul terjun ke dunia politik hingga tercatat pernah sebagai anggota DPR RI, menteri, hingga wakil gubernur.

Pada tahun 1999, ia dipercaya menjadi Ketua Umum GP Ansor menggantikan posisi Iqbal Assegaf yang wafat. Setahun berikutnya, Gus Ipul kembali dikukuhkan di jabatan sama.

Meski sempat sebagai anggota legislatif dari PDI Perjuangan, pada tahun 2002 pernah menjabat Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dua tahun kemudian, usai Pemilihan Presiden 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempercayainya sebagai Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal.

Meski pernah duduk sebagai anggota DPR RI, menteri, wakil gubernur, dan sekarang “hanya” wali kota”. Gus Ipul menegaskan akan tetap total berjuang menjadikan Pasuruan berkembang.

“Ini bukan soal turun kelas, melainkan soal amanah,” ucap Gus Ipul. (Fiqih Arfani/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.