Dikritik Dewan, Car Free Day Kota Serang Bakal Diperketat

  • Whatsapp
Car free day kota serang
Car Free Day Kota Serang kembali dibuka di tengah masa transisi new normal covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemkot Serang, Banten akan mengevaluasi pelaksanaan Care Free Day (CFD) selama masa transisi new normal covid-19. Nantinya, peserta hari bebas kendaraan di Ibu Kota Provinsi Banten bakal diseleksi ketat dengan menggunakan protokol kesehatan covid-19.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ipiyanto yang juga salah satu OPD penanggung jawab CFD mengakui, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaan CFD, salah satunya alur keluar masuk peserta.

Bacaan Lainnya

“Artinya bagaimana mengendalikan alur masuk dan kelaur peserta CFD sesuai standar protokol kesehatan, apakah satu pintu atau tetap 2 pintu,” kata Ipiyanto menanggapi penilaian lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan CFD, khususnya terkait  penerapan protokol kesehatan covid-19, hari ini, (21/6/2020).

Pada CFD pagi tadi  menurut Ipyanto, diberlakukan tiga pintu bagi alur masuk keluar para peserta. Sehingga terkesan terjadi kelonggaran terhadap penerapan protokol kesehatan covid-19. Pintu pertama, kata dia berada di kawasan Pisang Mas, Alun-Alun sebagai pusat FD dan di depan Islamic Center.

“Peserta banyak yang masuk lewat Islamic Center, jadi terkesan terjadi kerumunan,” katanya.

Dia menyebut wajar jika masih terjadi pelanggaran protokol kesehatan karena CFD baru kembali dibuka setelah dihentikan selama hampir tiga bulan lantaran pandemi covid-19.

“Selama tiga bulan ini CFD sudah ditunggu semua elemen masyarakat, termasuk para pelaku ekonomi yang memanfaatkan CFD,” jelasnya seraya menjelaskan pembukaan kembali CFD berdasarkan Perwal nomor 18 tahun 2020 tentang penanganan Covid-19 di pusat keramaian dan fasitas umum dalam massa transisi new normal.

Ipiyanto menjelaskan, dalam pelaksanaan CFD ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi penanggungjawab, diantaranya Disperindagkop, Dishub, Satpol PP, DLH, serta OPD lain sesuai tugas dan fungsinya.

“Satpol PP bertugas untuk kemanan, Dishub termasuk Polres dari segi lalu lintasnya, Disperindagkop itu penataan pedagang. Kalau kami (DLH) memantau kadar udara dan tingkat polusi serta kebersihan selama pemanfaatan CFD,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindakop dan UKM Kota Serang, Yoyo Wicahyono menegaskan, pada pelaksanaan CFD masa transisi new normal covid-19, kegiatan yang mengundang kerumunan, seperti live musik, ditiadakan.

Yoyo juga menyebut, CFD merupakan upaya memulihkan ekonomi masyarakat. Para pelaku UKM bisa memanfaatkan kegiatan CFD, namun mereka tetap harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Serang, M Ikbal dan Kasatpol PP Kota Serang, Kusna Ramdani belum bisa memberikan keterangan kepada Redaksi24.com terkait pengawasan protokol kesehatan dalam pelaksanaan CFD. Saat dihubungi melalui WhatsApp belum menjawab.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.