Dikendalikan Suami Dari Penjara, Istri Jalankan Pabrik Ekstasi Di Cipondoh Tangerang

  • Whatsapp
Pabrik Ekstasi
Ilustrasi.

KOTA TANGERANG,REDAKSI24.COM–Jajaran Satreskrim Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang menggerebek salah satu rumah di Jalan Palem, Poris, Cipondoh, Tangerang, Jumat (25/9/2020) malam. Rumah yang berukuran sekitar 8 X 6 meter tersebut digerebek karena diduga dijadikan sebagai pabrik pembuatan ekstasi.

“Benar, tadi kita telah melakukan penggerebekan di rumah yang diduga melakukan home industri terkait obat obatan narkotika jenis ekstasi,” ujar Kapolsek Kelapa Dua, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muharram Wibisono saat dikonfirmasi, Jumat, (25/9/2020) malam.

Bacaan Lainnya

Muharram menjelaskan,dalam penggerebekan tersebut pihaknya juga mengamankan dua tersangka yakni seorang wanita  berinisial JS  serta seorang pria berinisial  DN,  berikut barang bukti berupa sejumlah butir ekstasi yang sudah jadi, bahan baku, alat pembuatan, dan alat mencetak dalam memproduksi.

“Sejauh ini yang sudah kita amankan terhadap tersangka ada dua orang tersangka yang terdiri dari seorang pria (DN) dan seorang wanita (JS), ” kata Muharram. 

Muharram mengatakan, saat ini polisi masih mendalami terhadap kedua orang yang ditangkap untuk mengetahui sudah berapa lama mereka memproduksi. 

“Masih kita dalami ya untuk komplotan dan jaringan mereka karena kita baru melakukan penangkapan, nanti kita juga dalami obat ini diperjual belikan kemana saja, mereka ini home industri untuk pembuatan pil ekstasi,” tutupnya.

Sementara itu JS  mengaku dirinya membuat pil haram tersebut berdasarkan perintah suaminya yang saat ini tengah berada di dalam penjara. Setelah jadi lanjut JS, pil ekstasi tersebut akan dikirim ke alamat pemesan melalui ojek online.

“Saya buat berdasarkan pesanan suami, nanti ada DN sebagai kurir antar ke depan komplek nanti ada ojek online yang dipesan sudah menunggu untuk mengantar ke alamatnya,” katanya.

JS mengaku dirinya telah membuat pil ekstasi selama dua minggu terakhir dan telah memproduksi sebanyak 400 butir pil. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.