Dikeluhkan Warga, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Sidak PT. Xing Xing Steel

oleh -
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang
Sidak DPRD Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM—Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV melakukan sidak ke pabrik baja PT. Xing Xing Steel yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Kemis, Kamis (14/2/2020). Sidak dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti keluhan masyarakat sekitar perusahaan yang merasa terganggu dengan terjadinya polusi udara akibat adanya asap dan debu dari proses peleburan besi

“Masyarakat mengeluhkan asap dan debu. Adanya keluhan warga kepada kami, maka kami anggota DPRD Kabupaten Tangerang Dapil IV langsung Sidak,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud.

Amud menjelaskan, saat melihat langsung proses produksi di PT. Xing Xing Steel tersebut, pihaknya melihat ada beberapa hal yang memang harus diperbaiki oleh pihak perusahaan, terutama masalah pembuangan asap dan debu yang d keluhkan warga.

BACA JUGA:

Soal Asap Hitam, PLTU Labuan Diminta Bertanggungjawab

“Dari hasil kami melihat ada beberapa hal yang memang harus segera diperbaiki oleh pihak PT. Xing Xing Steel, terutama dibagian peleburan,” jelas pria yang sebelumnya berprofesi sebagai jurnalis ini.

Amud mengaku, pihknya tak hanya melakukan sidak di dalam pabrik saja, rombongan anggota DPRD Kabupaten Tangerang juga meninjau langsung lingkungan warga yang terdampak dari polusi udara yang dihasilkan PT. Xing Xing Steel. Kehadiran anggota dewan ini disambut warga yang langsung menyampaikan keluh kesah mereka.

“Kami akan mendalami keluhan warga dalam rapat internal. Selanjutnya kami juga akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya. Sejauh mana OPD terkait menyikapi keluhan warga ini. Setelah kami memanggil OPD, tentu akan ada kesimpulan dari kami. Kesimpulan ini akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah.” paparnya.

Saat ini lanjut Amud yang paling penting dilakukan pengawasan dulu oleh OPD terkait. Karena menurut Amud, dinas terkait tentu yang lebih memahami, baik standar keamanan kerja maupun tata cara pengelolaan limbah udara, limbah cair, maupun limbah padat.

“Kami juga menyarankan agar Dinas Kesehatan turun ke bawah untuk memeriksa kesehatan warga. Banyak warga yang mengeluh pernapasan.” pungkasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.