Dijerat UU Karantina Kesehatan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Tersangka Kasus Konser Dangdut Saat Pandemi

  • Whatsapp
Kepolisian menetapkan Wasmad tersangka pelanggaran UU Kekarantinaan Kesehatan karena menggelar konser dangdut saat pandemi
Konser Dangdut acara hajatan yang diselenggarakan saat pandemi Covid-19 di lapangan Tegal Selatan Kota Tegal Jateng, Rabu (23/09/2020)

SEMARANG, REDAKSI24.COM–Kepolisian menetapkan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo sebagai tersangka dugaan pelanggaran Undang-undang Kekarantinaan kesehatan lantaran menggelar konser dangdut di lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal di tengah pandemi Covid-19.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari dalam siaran pers di Semarang, Selasa mengatakan, Wasmad dijerat dengan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tersangka mengadakan hajatan khitan dan pernikahan anaknya dengan menggelar pesta yang dihadiri ribuan orang tanpa memperhatikan protokol kesehatan pada 23 September 2020.

“Yang bersangkutan juga tidak mengindahkan peringatan yang diberikan petugas berwenang,”jelas Kapolres.

Disebutkan, dalam perkara itu penyidik  telah memeriksa 18 saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain buku tamu undangan, surat pernyataan yang dibuat oleh Wasmad, serta video berisi rekaman  hajatan tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo menggelar hajatan dengan konser dangdut yang dihadiri ribuan orang di lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal pada Rabu (23/9) malam.

Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengapresiasi jajaran kepolisian yang telah bersikap tegas dengan menetapkan status tersangka Wasmad atas dugaan melanggar protokol kesehatan (prokes) karena menggelar konser dangdut saat  pandemi .

“Saya terima kasih sama jajaran Polda Jateng yang cukup serius menangani kasus itu, karena banyak warga yang protes dengan adanya konser dangdut tersebut,” kata Ganjar, di Semarang, Selasa.

Ganjar berpendapat penetapan tersangka itu wujud konsistensi kepolisian dalam penegakan hukum sehingga masyarakat  percaya bahwa dalam situasi pandemi seluruh elemen bangsa harus turut bersama-sama menaati prokes.

Masih dari Semarang, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar F Sutisna, menyebutkan, tersangka Wasmad tidak ditahan. “Karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun, tidak dilakukan penahanan,” jelasnya.

Menurut dia, Wasmad dijerat  dengan  UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 261 KUHP karena tidak menghiraukan imbauan petugas.

Ia menambahkan penanganan perkara  tersebut selanjutnya diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah. (Immanuel/Ant/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.