Dihantam Covid-19, Omzet Pengusaha Truk Anjlok Hingga 40 Persen

  • Whatsapp
omset pengusaha truk
Para pengusaha truk yang tergabung dalam Aptrindo menggelar Musda di Banten.

KOTA CILEGON, REDAKSI24.COM – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengklaim pendapatannya anjlok hingga 40 persen selama masa pandemi corona virus disease atau Covid-19.

Ketua Umum DPP Aptrindo, Gemilang Tarigan usai menghadiri Musda II Aptrindo Banten, Kamis (9/7/2020) di Sekretariat Aptrindo, di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan kegiatan yang tidak beresiko menambah merosotnya omzet.

Bacaan Lainnya

Pihaknya juga telah menerapkan protokol kesehatan bagi awak truk dalam menjalankan kegiatannya. Namun penurunan omzet, menurut dia, lebih disebabkan banyak industri yang down akibat dampak Covid-19.

“Jadi wajar ada yang omzetnya turun 30% sampai 40%,” imbuhnya.

BACA JUGA: Covid-19 Belum Berakhir, Pilkada Cilegon Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Ia juga meminta kepada pemerintah untuk menurunkan stimulus kepada pengusaha truk yang masuk  dalam kategori usaha kecil menengah (UKM). Tujuannya agar para pengusaha truk tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19 sesuai program pemerintah.

“Sampai saat ini kami belum merasakan apa yang dijanjikan pemerintah. Padahal Presiden Jokowi sudah mencak-mencak. Nah Menteri Keuangan, OJK ini kami membutuhkan kepastian, karena pinjaman dan bunganya masih tetap ditagih leasing atau bank,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD Aptrindo Banten, Syaiful Bahri mengatakan, untuk mengatasi persoalan penurunan pendapatan yang dirasakan saat ini ia mengajak kepada para pengusaha truk untuk melakukan sebuah terobosan dimana pada pelaksanaannya tetap melaksanakan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Minta Bansos Dampak Covid-19, Puluhan Emak-Emak Datangi Dinsos Kota Cilegon

“Covid-19 luar biasa memukul usaha kami, tetapi dengan new normal kami masih bisa bertahan untuk sama-sama melakukan trobosan. Karena pengangkutan logistik harus tetap jalan,” ujarnya.

Menurut dia, penurunan omset pengusaha teruk terjadi pada periode bulan April sampai Mei. Saat ini, kata dia, omsetnya mulai kembali naik karena adanya kelonggaran pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) di beberapa daerah.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.