Diganti KIP Kuliah, Mahasiswa Bidikmisi Siapkan Kajian

  • Whatsapp
Orientasi Mahasiswa Bidikmisi UIN Banten.

REDAKSI24.COM – Pemerintah Republik Indonesia mengganti program beasiswa Bidikmisi dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program KIP Kuliah masuk salah satu dari 4 anggaran fokus pemerintah tahun 2020.

Ketua Forum Alumni Mahasiswa Bidikmisi (Formadiksi) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Fadli mengatakan, harus ada embel-embel bidikmisinya, program tersebut dipastikan akan lebih diterima kalangan mahasiswa.

Bacaan Lainnya

“Embel-embel bidikmisinya harus ada, karena sejarah bidikisi dari tahun 2010 sampai 2019. Sekitar 10 tahun ini, rasanya sangat disayangkan (jika diganti dengan KIP). Contoh KIP Bidikmisi, itu akan lebih merangkul seluruh alumni bidikmisi dan mahasiswa yang diterima, ketimbang KIP kuliah, nanti lama-lama akan merasa diasingkan dan merasa terhapuskan sejarahnya,” katanya kepada wartawan pada Orientasi Mahasiswa Bidikmisi UIN Banten, di Cikande, Kabupaten Serang. Minggu (1/9/2019).

BACA JUGA:

. Mahasiswa Sebut Wali Kota Serang Penggusur PKL

. Mahasiswa Minta Anggota DPRD Kota Serang Tes Urine

. Aliansi Mahasiswa Bakal Awasi Kinerja Dewan

Ia melanjutkan, pihaknya bisa saja melakukan gerakan koperatif atau non koperatif dengan pemerintah, Namun, kata dia, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu. “Kami akan bicarakan, apakah menuruti tanpa ada intervensi,” sambungnya.

Dia menyebut sejarah bidikmisi sudah digoreskan agar tetap ada. Nama bidikmisi itu sudah melekat dan sangat bermanfaat untuk semua generasi bangsa ini. Pihaknya juga berharap agar beasiswa kuotanya ditamba, khususnya di UIN SMH Banten. “Sebab masih banyak siswa yang ingin kuliah namun terkendala ekonomi,” imbuhnya.

Disisi lain, Ketua Umum Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional, Rizal Maula mengatakan, masih banyak yang harus diperbaiki dari KIP, khususnya segi regulasinya yang harus ditekan.

Ia juga mengajak seluruh komponen agar mengawal peogram pemerintah dalam menuntaskan  kemiskinan.”Seluruh komponen bangsa juga harus ikut mengawal program pemerintah agar tercipta Indonesia emas tahun 2045,” tegasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.